Berpotensi Konflik, Kades Minta Dishub Tertibkan SPBU

Print Friendly and PDF


SAMPIT - Pengelolaan perparkiran di SPBU Desa Pelangsian, dinilai kerap menjadi sumber perselisihan yang dapat memicu keributan. Alhasil, Kepala Desa Pelangsian, Darmasnsyah pun meminta perhatian sekaligus tindakan tegas dari unstansi terkait, Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepada kabarkalteng.com Darmansyah, Rabu (8/8/2018) mengatakan, hampir kurang lebih 2 tahun ini, keberadaan juru parkir di SPBU Desa Pelangsian cukup meresahkan warga yang mengantri. Itu lantaran adanya pungutan parkir yang melebihi ketentuan.

Pungutan untuk mobil dikenakan Rp20.000 per hari dan untuk sepeda motor dikenakan Rp10.000 per hari. Jumlah mobil yang masuk dan mengantri di SPBU setiap hari kurang lebih 45 unit dan untuk sepeda motor kurang lebih 60 unit.

"Dengan mengantongi izin resmi dari Dinas Perhubungan Kotim, pengelola parkir memungut melebihi ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, ditemui di kantornya Fadlian Noor, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan, akan mencabut perizinan pengelolaan parkir yang sudah dikeluarkan oleh pihaknya apabila pihak pengelola perpakiran melakukan pelanggaran dan tidak mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

"Saya akan menertibkan dan akan mencabut izin pengelolaan parkir di SPBU Desa Pelangsian tersebut, apabila pengelola tidak mematuhi ketentuan yang berlaku," pungkasnya.[tomi]


TAG