Sepi Penumpang, Penerbangan Butuh Support Masyarakat Barsel

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Otoritas Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Klas III Sanggu, yang berlokasi di desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, terkait jumlah penumpang penerbangan yang ternyata masih sepi.

Sejak di launching pada pertengahan bulan Maret 2018 lalu, hingga penghujung bulan Juli 2018 ini, penerbangan rute Buntok-Banjarmasin PP masih sepi penumpang. Dari target kursi penumpang sebanyak 640, baru diisi oleh penumpang sebanyak 104 kursi saja, atau kurang lebih 29 persen dari target sebelumnya.

Hal ini, dikeluhkan oleh Kepala UPBU Kelas III Sanggu, Agus Priyatmono ST MM, ketika ditemui KabarKalteng di Kantornya, Kamis (26/7/2018).

Keadaan ini disayangkan oleh Agus, mengingat minat konsumen transportasi udara di Barsel cukup rendah, meskipun harga tiket sudah turun sejak sebelum bulan puasa lalu, yakni Rp440.000 dari Banjarmasin - Buntok dan Rp415.000 dari Buntok - Banjarmasin, menjadi Rp366.000 per penumpang untuk rute Buntok-Banjarmasin dan Rp396.000 untuk rute Banjarmasin menuju Buntok.

"Padahal kita sudah melayani penerbangan sebanyak 64 kali, harga tiketpun sudah kita turunkan sejak bulan puasa lalu," keluh Agus.

Selain sudah diturunkannya harga tiket, perbedaan waktu tempuh transportasi udara yang lebih pendek yakni sekitar 45 menit, dibandingkan dengan lewat darat Buntok-Banjarmasin yang menghabiskan waktu hingga delapan jam lebih, rupanya tidak juga meningkatkan minat masyarakat Barsel dan sekitarnya, untuk lebih banyak memanfaatkan fasiltas transportasi penerbangan.

"Kurang faham saya, alasan dan kendala apalagi yang membuat masyarakat kita di Barsel dan sekitarnya ini, kurang berminat menggunakan transportasi udara," tukas Agus.

Sepinya penumpang penerbangan ini, dikhawatirkan oleh Agus, akan berdampak pada jatah penerbangan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perhubungan Udara untuk Barsel.

"Kalau sampai akhir Oktober 2018 nanti tidak mampu mencapai 50 persen target penumpang, maka saya khawatirnya penerbangan di Bandara ini akan dikurangi jatahnya atau bahkan dihentikan," ucapnya.

Dikarenakan hal itulah, Agus sangat berharap agar masyarakat Barsel dan sekitarnya, bisa lebih meningkatkan minat menggunakan transportasi udara yang ada di UPBU klas III Sanggu.

Selain masyarakat, pihak otoritas UPBU Klas III Sanggu, juga mengharapkan agar Pemkab Barsel, dapat membuat terobosan-terobosan baru, yang mampu mengundang pengunjung hadir di Barsel, baik dalam bidang investasi ataupun berwisata.

"Saya harap Pemkab Barsel bisa membuat terobosan-terobosan, yang mampu mengundang orang banyak datang kesini, dan ayo masyarakat Barsel, tingkatkan minatnya untuk menggunakan pelayanan penerbangan ini semaksimal mungkin!" ajak Agus.[tampetu]


TAG