Polsek Jabiren Pesan Hal Ini ke Sejumlah Pengurus Mesjid

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Rangkaian Safari Jumat yang dilakukan oleh jajaran Polsek  Jabiren, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Ini tentunya membawa kesan tersendiri bagi jajarannya, di mana pihaknya dalam safari tersebut melakukan berbagai pendekatan dengan masyarakat sekitar agar selalu terjalin silaturahmi danyang rasa kebersamaan yang baik.

Hal tersebut tentunya patut diacungi jempol dan diapresiasi dengan harapan hubungan antara pihak kepolisian dan masyarakat semakin harmonis.

"Kegiatan safari Jumat yang dilaksanakan jajaran Polsek Jabiren ini tentunya perlu kita dukung. Dan pada dasarkanya akan selalu kami dukung," ucap Pengurus Mesjid Darul Muttaqin, Dio mengabarkan, Sabtu (28/7/2018) via WhatsApp.

Sementara salah satu mesjid yang juga menjadi sasaran Safari Jumat jajaran Polsek Jabiren, yakni Mesjid Nurul Islam Desa Sakakajang.

Diikatakan pengurus mesjid setempat, Sincu, pihaknya juga sangat menyambut baik dengan adanya kunjungan dan silaturahmi dari pihak kepolisian ini, semoga dengan adanya safari Jumat ini selalu mempererat tali silaturahmi dan persaudaran.

"Selama ini untuk Kecamatan Jabiren Raya cukup kondusif, itu tidak lepas  pihak kepolisian setempat dalam hal ini Polsek Jabiren Raya yang selalu cepat merespon apabila ada kejadian yg terjadi di tengah-tengah masyarakat," ungkap Sinco.

Sementara, Kapolsek Jabiren Raya, Ipda Junedinoto menjelaskan, kegiatan Safari Jumat ini dilakukan dalam upaya memakmurkan masjid yang ada di wilayah Hukum Polsek Jabiren.

"Kemarin ada dua mesjid yang menjadi sasaran Safari Jumat kami, pertama Mesjid Darul Muttaqin dan Mesjid Nurul Islam. Untuk Mesjid Nurul Islam kita arahkan anggota kita atas nama Aipda Heru S. Sedangkan saya sendiri di Masjid Darul Muttaqin," ucap Juned begitu sapaan akrabnya menyampaikan kepada KabarKalteng, Jumat (28/7/2018).

Juned juga mengabarkan, bahwa dalam rangkaian Safari Jumat itu, ia mengajak kepada para tokoh agama dan masyarakat setempat untuk menolak masjid dijadikan sebagai tempat politik. Apalagi menjelang pileg dan pilpres 2019 mendatang.

"Mari kita bersatu membangun dan memelihara kamtibmas di wilayah kita ini," ujarnya.

Ia juga menambahkan, memasuki musim kemarau 2018, pihaknya juga tidak henti-henti dalam melakukan penyuluhan tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita selalu imbau dan peringatkan larang an untuk membakar hutan dan lahan. Dari itu, mari bersama sama kita deklarasikan; Stop Kebakaran Hutan dan Lahan, dan mari kita dukung pembangunan yang telah diprogramkan   pemerintah setempat dengan tidak melakukan provokasi dan isu isu perpecahan dan SARA yang dapat menimbulkan ganguan keamanan kita bersama," tuturnya menegaskan.

Pada kesempatan itu juga, Kapolsek Jabiren dikabarkan menyerahkan satu set fasilitas shalat dan mengaji, yakni berupa sajadah dan kitab suci Alquran.[manan]


TAG