Diamuk Si Jago Merah, Pasar Pendopo Muara Teweh Ludes 

Print Friendly and PDF


MUARA TEWEH - Pasar Pendopo yang terletak di Jalan Panglima Batur kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara (Barut) ludes terbakar.

Atas musibah tersebut masyarakat Muara Teweh pun dibuat geger. Bagaimana tidak asap putih tiba-tiba mengepul dan langsung membesar dari dalam sebuah pasar pendopo yang berada di kelurahan Melayu tersebut, Rabu (25/7/2018).

"Tadi kami kebetulan sedang duduk santai di Waterfond City, kok tiba-tiba terlihat ada asap putih mengepul keluar dari dalam pasar. Orang-orang lansung berteriak dan lari tunggang langgang untuk menyelamatkan barang-barang dagangan mereka masing masing," terang Siti Khadijah salah seorang saksi mata.

Sementara itu, Paridah yang juga tokonya ikut terbakar saat itu mengaku megalami kerugian sebesar dua ratus juta lebih, pasalnya dua toko yang milkinya habis terbakar.

"Kami berharap kepada pemerintah kalau membangun pasar nanti bangunan nya diharapkan lebih bagus dari sebelumnya," imbuhnya.

Pantauan KabarKalteng di lapangan, sejumlah personel TNI/Polri diturunkan untuk membantu memadamkan api tersebut. Empat unit pemadam kebakaran milik Pemkab Barut diturunkan yang ditambah dua unit pemadam milik BPBD, satu unit mobil Woter Cenont milik Polres Barut, serta satu unit tangki air milik PDAM dan tangki milik dinas PU juga dikerahkan untuk memadamkan sijago merah yang kebetulan sudah beringas. Kurang lebih dua jam api baru dapat dikuasai dan dipadamkan.

Sejumlah pemilik toko dan warga berusaha membantu mengeluarkan barang dagangan yang bisa diselamatkan namun tak sedikit juga para pedagang yang tidak dapat menyelamatkan barang dagangannya dari dalam toko.

Pasalnya, api begitu cepat membesar dan menghanguskan semua isi yang ada di dalam pasar tersebut. Terlihat ratusan tumpukan barang-barang dagangan berserakan di Waterfront city.

Terpisah, Aprin S Dahan, Kepala Satpol PP  dan Damkar Barut mengatakan pihaknya mengaku megalami kesulitan untuk menuju tempat kejadian kebakaran pasalnya begitu banyak warga yang memenuhi jalan ditambah kejadian kebakaran tersebut tepat berdampingan dengan pasar malam (Belauran) sehingga sebelum unit pemadam masuk terlebih dahulu harus mengevakuasi ratusan gerobak dagangan.

Setelah gerobak dagangan di pasar malam itu sudah kosong baru mobil pemadam bisa masuk sampai kelokasi sumber api.

"Ke depan kami memohon pengertian masyarakat Muara Teweh untuk tidak terlalu banyak memenuhi badan jalan sehinga unit pemadam kebakaran bisa mudah masuk mendekati titik sumber api," pungkasnya.[doni]


TAG