Nurhayati: Catur Kalteng Masih Belum Punya Pelatih Mumpuni

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Ketua Pengurus Harian Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Kalimantan Tengah, Hj Nurhayati MI MM, mengungkapkan bahwa cabang olahraga catur di Kalteng, terkendala belum memiliki pelatih mumpuni.

Hal ini, disampaikan oleh Nurhayati dalam sambutannya, pada pembukaan kejuaraan catur daerah tingkat Provinsi Kalteng tahun 2018, yang di laksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Jaro Pirarahan Kota Buntok, Minggu malam (8/7/2018).

Dikatakan oleh Nurhayati, hal tersebut merupakan PR bagi pengurus Percasi dan Pemerintah yang ada di Kalteng, untuk mengupayakan agar catur mendapatkan pelatih-pelatih handal, demi kemajuan olah raga otak tersebut.

"Ini (pelatih) merupakan PR besar bagi kami pengurus Percasi dan juga Pemprov Kalteng, untuk mencarikan yang benar-benar handal dan berkelas master, demi kemajuan olah raga catur di Kalteng," ungkapnya.

Pentingnya mencari pelatih handal khusus untuk catur, diyakini Nurhayati, merupakan hal yang bagus untuk dunia olah raga catur dan diharapkan bisa menjadi salah satu cabang olahraga andalan di Kalteng.

Pasalnya, catur merupakan salah satu cabang olahraga yang sebenarnya sangat merakyat dan tanpa perlu biaya besar sudah bisa dimainkan oleh semua orang, sehingga dalam hal pencarian bibit-bibit pecatur muda sangatlah mudah.

"Catur ini, merupakan olahraga rakyat, hanya bermodalkan Rp25.000 sudah punya papan catur dan tidak harus punya tempat khusus semua orang sudah bisa memainkannya. Jadi dalam hal mencari bibit-bibir pecatur muda, sebenarnya sangatlah mudah, hanya saja hal itu harus dipoles dengan pelatih-pelatih yang mumpuni, agar kita bisa berbicara banyak di tingkat Nasional atau bahkan Internasional," pungkasnya.

Kejuaraan catur daerah tingkat Provinsi Barsel tahun 2018, yang dilaksanakan di Buntok sebagai tuan rumahnya tersebut, direncanakan akan diselenggarankan selama lima hari, Minggu (8/7/2018) sampai dengan Kamis (12/7/2018).

Kejurda catur Kalteng kali ini sendiri, diikuti oleh 157 atlit dari sembilan Kabupaten dan satu Kota se-Kalimantan Tengah, yakni Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Lamandau, Seruyan, Sukamara, Pulang Pisau, Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur dan Barito Selatan sebagai tuan rumah.[tampetu]


TAG