Kelompok Nelayan Bersatu Tuntut Bantuan Kementerian Dikembalikan

Print Friendly and PDF


SAMPIT - Aksi angkut sejumlah barang bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang dilakukan oknum mantan Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, berinisial TK, tampak menimbulkan kekecewaan anggota Kelompok Nelayan Bersatu Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

Menyikapi tindakan oknum yang purna tugas sejak 2017 itu, kelompok nelayan inipun kembali menggelar pertemuan di Kantor Desa Ujung Pandaran, Rabu (18/7/2018).

Pertemuan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswin Nur dan didampingi Bhabinkamtibmas Desa Ujung Pandaran, R Pasaribu. Seluruh anggota Kelompok Nelayan Bersatu dan warga juga tampak hadir.

Dalam arahannya, Kades Aswin mengatakan, kejadian ini harus diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

"Di forum ini juga disepakati bahwa seluruh dana simpanan anggota Kelompok Nelayan Bersatu Desa Ujung Pandaran dikembalikan kepada anggota pemilik simpanan masing-masing oleh bendaharawan Kelompok Nelayan Bersatu," jelasnya.

Aswin menegaskan, jika kelompok nelayan juga tetap menuntut barang bantuan dari Kementerian dan Kelautan yang diangkut oleh oknum mantan Kabid Tangkap segera dikembalikan ke desa mereka.

Dalam berita acara yang ditandatangani seluruh peserta rapat, barang yang diangkut dan belum dikembalikan pada kelompok nelayan berupa mesin speed dan GPS.

Sementara itu, saat ditemui kabarkalteng.com di ruang kerjanya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur, Heriyanto menyesalkan tindakan mantan Kabid Tangkap.

Dia menegaskan tidak pernah memerintahkan untuk mengambil barang tersebut. Kini barang-barang bantuan yang berasal dari kementerian tersebut berada di Sentra Perikanan Sekaya Maritim Desa Sungai Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Terpisah  juru bicara Kelompok Nelayan Bersatu Desa Ujung Pandaran, Arlus mengatakan, pihaknya menunggu barang bantuan itu untuk dikembakikan.

"Kami menunggu agar barang-barang bantuan tersebut dikembalikan kepada Kelompok Nelayan Bersatu, dan akan menempuh jalur hukum apabila tidak dikembalikan," pungkasnya.[tomi]


TAG