HUT Adhyaksa, Kajari Pulpis Press Release Capaian Kinerja dan Perkara 2018

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Masih dalam rangkaian HUT Adhyaksa ke-58, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau menggelar press release terkait sejumlah kasus dalam capaian kinerja pihak Adhyaksa.

Press Relase yang berlangsung di Kantor Kejaksaan setempat itu disampaikan langsung Kajari Pulang Pisau, Kasi Intel, Gusti M Kahfi, Kasi Pidsus, Amir Giri Muyawan, Kasi Datun, Dwi Hastaryo, Kasi Pidum, I Wayan Gedin Arianta, Kasi BB dan Barang Rampasan, Agung Tri Wahyudianto, dan Plt Kasi BIN, Kristalina  Sabtu (21/7/2018).

Dalam press releasenya, Kajari menyampaikan bahwa pada tahun 2018 ini pihaknya telah melakukan verifikasi data yang masuk melalui proses SPDP sebanyak 65 berkas perkara dari Polres Pulang Pisau. Dari 65 berkas perkara itu, lanjutnya, 1 diantaranya perkara pemilu dan perkara tersebut sudah inkrah dan sudah dieksekusi.

Dari berkas yang masuk melalui penyidik tersebut dilanjutkan ke tahap 1 sejak Januari hingga Juli 2018 berjumlah 47 berkas perkara, sedangkan untuk tahap 2 pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB) sejumlah 46 berkas perkara dan sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kuala Kapuas.

"Jadi, dari proses pengadilan dan rentang waktu Januari hingga Juli 2018, telah putus dan telah memiliki kekuatan hukum sebanyak 60 perkara. Sedangkan untuk berkas perkara anak yang masuk ke Kejaksaan Negeri Pulang Pisau sejumlah 5 berkas perkara, dan yang sudah putus sebanyak 6 perkara," katanya mengabarkan kepada awak media, Minggu (22/7/2018).

Kemudian lanjut Kajari, pihaknya juga telah melaksanakan fungsi pengamanan dan sporting berapa kegiatan yang memerlukan penanganan khusus seperti pengamanan sidang kasus saber pungli atas nama tersangka ME dan pengamanan khusus sidang Pemilukada serta terkait kasus penistaan agama yang dilakukan oleh AWS.

Selain hal tersebut, kembali dijelaskan Kajari, pihaknya juga melakukan pendampingan TP4D kepada sejumlah SOPD lingkup Pemkab Pulang Pisau serta  melaksanakan pengawasan dan pengamanan seperti Kegiatan pendampingan MTQ, Proyek Infrastruktur RSUD, Pengadaan peralatan Diskominfo dan program percepatan DPUPR bidang Tata Ruang dalam rangka pembenahan percepatan tata ruang pada pelaksaan MTQ beberapa waktu lalu.

Selain itu juga, tambah Kajari selama 2018 ini pihaknya juga melaksanakan program penerangan hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Lounching Kantin Kejujuran di SMPN 1 Kahayan Hilir, Penerangan hukum kepada masyarakat, Sosialisasi TP4D kepada 95 Kepala Desa di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Selanjutnya, kata Triono, untuk capaian kinerja Pidana Khusus (Pidsus) pada tahun 2018 ini pihaknya telah melaksanakan penyelidikan tiga kasus.  Dari 3 kasus itu tersebut, 1 kasus dinaikan kapasitasnya ke tahap penyidikan, 1 kasus ditutup karena tidak ditemukan perbuatan melawan hukum (PMH) dan kerugian negara. Sementara 1 kasus lagi masih berjalan.

"Khusus untuk kasus yang masih berjalan kami menemukan adanya unsur pidana. Oleh karenanya, statusnya kita naikkan menjadi penyidikan. Insyaallah, dalam waktu dekat kita dapat merampungkan proses penyidikan," terang Triono

Selain itu juga, pihaknya tengah melakukan penuntutan terhadap perkara Saber Pungli terpidana ME, sudah inkrah  pada tanggal 9 April 2018 dan eksekusi perkara korupsi Alkes tahun 2017 a/n terpidana Olivia dan Rusdiyansyah pada bulan April 2018 sesuai putusan kasasi yang sudah inkrah.

"Terpidana Olivia dengan vonis 8 tahun penjara, denda 200 juta dan uang penganti 2,2 milyar. Apabila uang tersebut tidak di bayarkan, maka akan di ganti dengan pidana kurungan penjara selama 4 tahun. Sedangkan untuk tersangka ke 2, Rusdyansyah divonis 5 tahun penjara dengan denda 200 juta, dengan subsider uang sebesar 640 juta, sama apabila tidak dibayarkan oleh terdakwa, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 tahun penjara," ungkapnya.  

Sedangkan dibidnag Pertada dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Bidang Datun hingga sampai bulan Juli 2018 telah melakukan SKK dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (PBN), Pelido III dan pelayanan kepada masyarakat sebanyak 5 kegiatan.

"Untuk MoU nya akan kita tingkatkan pelayanannya kepada masyarakat dan BUMN dan instituasi di Pulpis. Kita juga sudah menerima permintaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau untuk memberikan pendampingan kepada beberapa SOPD dan beberapa item kegiatan sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Pulang Pisau," katanya.

"Kejari Pulpis juga, disampaikan Triono, telah menerima pengembalian uang kerugian negara dari perkara kasus pupuk sebesar 291 juta, dan uang tersebut kata Triono sudah disetorkan ke Kas Negara," ungkapnya.[manan]


TAG