Gasak Sarang Walet di Barsel, SF Dilumpuhkan di Kandangan

Print Friendly and PDF


BUNTOK - SF (32) warga Desa Gunung Rantau, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, pencuri sarang burung walet milik warga, akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas ketika hendak berusaha kabur dari kejaran petugas Resmob Polres Barsel, Sabtu (28/7/2018), di rumah istrinya di Kandangan, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan pantauan KabarKalteng, Minggu (29/7/2018), di Kantor Polsek Dusun Selatan, nampak RM (35) harus dibopong oleh aparat kepolisian, dikarenakan kedua kakinya terluka akibat diterjang timah panas Polisi.

SF sendiri terpaksa dilumpuhkan, ketika berusaha melarikan diri dari penangkapan yang dilakukan oleh anggota Polsek Dusun Utara dibantu oleh Resmob Polres Barsel, dalam pengejaran hingga ke Kandangan, Kalsel, pada Sabtu (28/7/2018).

SF ditangkap oleh Polisi, karena diketahui sebagai salah satu dari ketiga pelaku pencurian sarang walet di Desa Gunung Rantau, Kecamatan Dusun Utara, Barsel, milik Reno Mulyadi (35) pada Minggu malam (22/7/2018) lalu.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kapolres Barsel, AKBP Eka Syarif Nugraha Husen SIK MSi, melalui Kapolsek Dusun Utara, IPDA Driyono SH, berawal dari laporan Warga Gunung Rantau, Reno Mulyadi, yang mengaku bahwa pada Minggu malam (22/7/2018), bangunan sarang burung waletnya berhasil dibobol oleh maling, dengan cara memanjat dinding bangunan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian senilai Rp10 juta.

"Berdasarkan laporan korban dan para saksi itulah, akhirnya dilakukan pengembangan dan penyelidikan, dan diketahui bahwa ada tiga pelaku pencurian, salah satunya adalah SF yang berhasil kita bekuk di Kandangan, sedangkan dua lainnya masih dalam pengejaran," terang Kapolsek.

Dari tangan pelaku SF, diamankan juga beberapa barang bukti berupa seutas tali nilon sepanjang lebih kurang 15 meter yang di ujungnya diikatkan jangkar dari shock sepeda motor, satu buah senter dan sejumlah sarang walet yang diduga hasil curian, yang diperkirakan bernilai Rp10 juta.

"Pelaku kita jerat dengan dakwaan Pasal 363 ayat (1), (3), (4) dan (5) KUHP, yakni pencurian dengan pemberatan," tegas perwira menengah berpangkat satu balok ini.[tampetu]


TAG