Dokumen tak Lengkap, Enam TKA di Barsel Dideportasi

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Dikarenakan dokumen izin tinggal dan izin kerja tidak lengkap, enam orang Tenaga Kerja Asing (TKA), yang bekerja di PT Thu Green Energi (ThuGE), perusahaan pengolahan briket arang yang beroperasi di wilayah Desa Penda Asem dan Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, dideportasi.

Informasi ini, berhasil diperoleh KabarKalteng dari Pegawai Fungsional di Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Barsel, Dedy Harianto, Kamis (19/7/2018).

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Dedy, tepatnya hari Selasa (17/7/2018) lalu, telah dideportasi enam orang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, yang diketahui bekerja di perusahaan pabrik briket arang, yang beroperasi di wilayah desa Penda Asem dan Pararapak.

Keenam WNA ini, di grebek langsung oleh pihak Imigrasi Kalimantan Tengah, bekerjasama dengan Disnakertrans Barsel, karena diketahui bekerja tidak mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA).

"Keenam orang ini, tidak memiliki IMTA, makanya mereka ditahan dan akan segera dipulangkan kenegara asal, dan saat ini sudah ditahan di Kantor Imigrasi di Palangka Raya," bebernya.

Ditambahkan oleh Dedy, pada Bulan Mei 2018 lalu, sebenarnya pihak Disnakertrans Barsel, sudah memberikan peringatan kepada pihak perusahaan yang mempekerjakan TKA, agar segera melengkapi dokumen IMTA bagi TKA mereka, namun hal tersebut tidak diindahkan.

"Mei lalu, kami sudah mendatangi perusahaan bersangkutan guna memperingati agar mereka segera melengkapi dokumen bagi TKA mereka, namun rupanya tidak diindahkan," tuturnya.

Terkait dengan masalah pemulangan terhadap enam TKA dari wilayah Barsel, Kepala Disnakertrans Barsel, Ir Fajar, mengimbau agar seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Barsel, untuk melengkapi seluruh dokumen yang sesuai dengan peraturan dan perundang - undangan, sebelum mempekerjakan TKA mereka.

"Kami minta, agar seluruh perusahaan yang beroperasi di Barsel, sebelum mempekerjakan TKA, harus melengkapi dulu semua dokumen yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangn yang berlaku, agar jangan nanti ada TKA ilegal yang bekerja di Barsel ini," imbaunya.[tampetu]


TAG