Diskan Pulpis Imbau Warga Jangan Tangkap Ikan dengan Zat Berbahaya

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pulang Pisau, Riduan Syahrani mengimbau masyarakat umum maupun nelayan, untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan kimia atau zat berbahaya lainnya.

Karena menurutnya, dengan menangkap ikan menggunakan zat kimia akan merusak ekosistem dan populasi ikan. Dari itu, Kadis Riduan mengingatkan jangan sampai menggunakan hal yang dilarang tersebut.

"Kalau menangkap ikan dengan bahan kimia maka populasi ikan kita akan berkurang, karena indukan ikan dan anakannya akan mati. Sekali lagi saya imbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Pulpis, agar jangan sampai menangkap ikan memakai zat kimia berbahaya itu. Karena hal inu juga ada Undang-undangnya yang mengatur," ucap Riduan Syahrani menuturkan kepada kabarkalteng, Rabu (1/8/2018) via telepon seluler.

Dijelaskannya, adapun bahan atau zat kimia yang dilarang diantaranya dengan potas dan desis. Selain potas dan desis hindari juga penangkapan dengan cara menyetrum, bom ikan dan alat tangkap ikan lainnya yang dapat mengakibatkan pencemaran dan kerusakan sumber daya ikan ataupun lingkungannya serta membahayakan bagi manusia yang mengkonsumsi ikan dari hasil tangkapan tersebut.

"Memang untuk sampai saat ini masih belum ada laporan kepihak kita tentang penangkapan ikan dengan cara potas, desis, setrum atau bom ikan tadi. Namun kita akan terus pantau hal itu," katanya.

Ia juga mengatakan, bahwa untuk saat ini pihaknya memiliki kelompok pengawasan masyarakat (Pokwasmas) yang tersebar di kecamatan dan desa ada sebanyak 32 pokwasmas yang sudah dibentuk oleh Diskan Pulang Pisau.

Pokwasmas ini sendiri berperan aktif untuk mengawasi dan melaporkan kepada Diskan apabila menemukan aktifitas penangkapan ikan yang menggunakan potas, setrum maupun cara tangkap yang berbahaya lainnya bagi lingkungan dan perkembangbiakan ikan.

"Pokwasmas ini baru saja kita bentuk. Nah, pihaknya inilah nanti yang akan mengawasi dan menegur masyarakat sekitar semisal ditemukannya penangkapan ikan menggunakan bahan berbahaya tadi," ungkapnya.[manan]


TAG