Di Pemilu 2019, Pemilih tak Bisa Gunakan Suket

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Pada Pilkada 2018 lalu Surat Keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) masih dapat digunakan untuk menggunakan hak suara bagi pemilih yang tidak masuk pada Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Namun pada Pemilu 2019 yang akan datang hanya KTP elektronik saja yang dapat digunakan untuk pemilih yang telah memenuhi syarat menggunakan hak pilihnya, dan itu bagi yang tidak masuk dalam DPT Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan Adi Resido, Komisioner KPU Kapuas divisi data pada acara pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil perbaikan daftar pemilih sementara dan penetapan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) di Kantor  KPU, Jalan Tambun Bungai, Minggu ( 22/7/2018).

"Pemilu 2019, Suket tidak berlaku yang dipakai hanya KTP elektronik," kata Adi Resido.

Kepada Partai Politik dan pihak terkait lainnya, KPU mengharapkan peran serta dan partisipasi agar giat mensosialisasikan kepada pemilih agar mengurus e-KTP bagi yang belum memilikinya.

"Itu Agar hak pilihnya pada Pemilu 2019 nanti, tidak hilang," imbuh Adi Resido.

Selain itu, ada daftar pemilih yang harus disinkronisasikan dengan KPU RI. Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pemilu 2019 adalah pemilih pemula yang dikurangi pemilih tidak memenuhi syarat.

"Jika ada perubahan atau warga yang tak terakomodir dalam DPS dapat mengisi pada tanggapan masyarakat," terangnya.

Hal itu, sambungnya, untuk menentukan  DPSHP yang akan diumumkan pada 23 Juli hingga 29 Juni 2018 nanti, itu dilakukan sebelum ditetapkan menjadi DPT pada 15 sampai 21 Agustus 2018.

"Pada pemilu 2019 daftar pemilih tambahan (DPTB) masuk ke dalam pemilih tambahan," terang Adi.

Bagi warga yang pindah domisili sambungnya diberikan waktu minimal 30 hari sebelum hari H.

"DPTB akan ditetapkan sampai ke KPU RI," imbuhnya.

Dalam Pemilu 2019 ini, Daftar pemilih tambahan (DPTB) yang menggunakan KTP elektronik dikategorikan sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK).[zulkifli]


TAG