Desa Ujung Pandaran jadi Andalan Sentra Perikanan dan Wisata

Print Friendly and PDF


foto: KEPALA Desa Ujung Pandaran didampingi Bhabinkamtibmas Desa Ujung Pandaran.

SAMPIT - Desa Ujung Pandaran yang termasuk di wilayah Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dan terletak kurang lebih 85 Km ke arah selatan Kota Sampit, kini memiliki sentra andalan perikanan dan wisata pantai.

Kepada kabarkalteng.com, Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswin Nur, Kamis (19/7/2018) menjelaskan, mayoritas penduduk desa yang dipimpinnya berprofesi sebagai nelayan, di mana sudah menjadi mata pencaharian andalan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Aswin, Desa Ujung Pandaran kini memiliki kurang lebih 1.500 jiwa yang tersebar di 6 RT dan 2 RW. Wilayah itu meliputi Desa Ujung Pandaran, perumahan relokasi, Nyiur Randah, Kalap Paseban dan Kalap Cabang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Seruyan.

Untuk menyerap berbagai aspirasi warga demi kemajuan pembangunan desa, Aswin kerap meluangkan waktu di sela sela kesibukannya untuk mengunjungi dan sekaligus berdialog langsung dengan warga.

Sebagai mantan nelayan dan pernah berkecimpung di dunia perikanan selama puluhan tahun, Kades yang akrab disapa Bang Aswin ini tampak memahami betul apa yang menjadi keluhan dan harapan warganya sebagai nelayan.

Aswin mengungkapkan, di wilayah desa Kalap Paseban terdapat tempat pelelangan ikan dan pabrik es, bantuan Dinas Perikanan. Ini untuk membantu para nelayan memasarkan hasil tangkapannya.

Di Ujung Pandaran, jenis ikan yang ditangkap oleh para nelayan sesuai dengan musimnya, antara lain seperti ikan gembung, ikan senangin, ikan kakap, ikan tenggiri, udang manis, rajungan, kepiting, dan udang kepek.

Desa Ujung Pandaran juga memiliki pantai yang juga menjadi andalan wisata di Kabupaten Kotawaringin Timur. Hamparan pantai yang luas dan kemudahan bagi para pengunjung yang ingin bermalam di vila di sepanjang pinggir pantai, cukup menjadi daya tarik tersendiri.

"Saat ini agenda yang cukup mendesak di Desa Ujung Pandaran adalah masalah relokasi penduduk yang wilayahnya terkena abrasi pantai, sehingga harus pindah ke lokasi yang lebih aman. Namun kegiatan relokasi tersebut dilaksanakan secara bertahap sampai dengan akhir tahun 2019 nanti," tutupnya.[tomi]


TAG