Deklarasi ODF, Bupati Edy Minta Masyarakat Jangan BAB Sembarangan

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Bupati Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), H Edy Pratowo menghadiri acara Deklarasi Open Defecation Free (ODF) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulang Pisau, Senin (23/7/2018) di Aula Dinkes setempat.

Turut hadir, Asisten II Setda Pulpis, Tiswanda, sejumlah Camat, Kepala OPD, TNI/Polri, Kades, dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinkes Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo pada kesempatan itu mengatakan, deklarasi ODF ini termasuk program Dinkes Pulang Pisau sebagai gerakan mewujudkan masyarakat Handep Hapakat sehat dan bersih, melalui gerakan stop buang air besar sembarangan.

"Deklarasi ODF ini upaya kita dalam mewujudkan lingkungan sehat di masyarakat," ucap dr Mul kepada awak media, Senin (23/7/2018) usai kegiatan deklarasi ODF.

Menurutnya, masyarakat Pulang Pisau yang sebagian besar hidup di bantaran sungai tentunya sangat proaktif dalam menjaga lingkungan sekitarnya. Karena dari lingkungan yang tidak sehat maka akan menimbulkan sejumlah penyakit. Dari itu diharapkan dengan adanya deklarasi ODF ini kesehatan air sungai akan terjaga dengab tidak buang air besar sembarangan.

"Kita sadari bahawa penyakit diare di Pulpis ini masih tinggi, ini sebagian besar karena dampak kualitas air sungai kurang sehat akibat tercemar bakteri dari bekas buang air besar sembarangan. Dari itu sangat pentingnya deklarasi ini, agar dapat diterapkan di daerah atau di desanya masing-masing," ucap dr Mul menuturkan.

Ia juga mengatakan penyelesaian ini tentunya harus dilakukan secara bersama-sama. Artinya bukannya hanya pemerintah dan dinas terkait saja memikirkan hal tersebut, tetapi kerjasama seluruh elemen masyarakat.

"Program ini untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas air dilingkungan sekitar. Karena air adalah sumber kehidupan bagi kita semua. Jadi tentunya sumber air harus terus dijaga kesehatannya, jangan buang air besar sembarangan, agat kondisi air tetap terjaga kesehatannya" tuturnya kembali.

Untuk langkah selanjutnya, kata dr Mul bagi masyarakat yang masih belum memiliki MCK, maka jangan sampai buang air besar di sungai.

"Dan kalaupun ada warga yang masih belum mampu membuat MCK maka akan kita bantu, seperti menyediakan semen dna closednya minimal, karenq memang untuk merubah tradisi-tradisi atau kebiasaan itu sangat sulit, namun kedepannya kita yakin Pulpis akan lebih baik lagi, khususnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan," paparnya.

Sementara Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo mengatakan, dengan adanya deklarasi ODF ini semoga buhan hanya acara seremoni, akan tetapi yang lebih penting mari kita tunjukan niat untuk merubah perilaku masyarakat terkait kebiasaan yang berdampak pada kesehatan mereka sendiri, seperti buang air besar sembarangan di sungai dan lain sebagainya.

"Hari ini saya berpesan kepada seluruh peserta yang hadir pada acara ODF ini agar dapat menghimbau kepada masyarakat di perdesaan khususnya supaya tidak buang air besar sembarangan atau BAB. Sebab semua itu bisa menyebabkan timbulnya penyakit, diare, malaria dan sejumlah penyakit lingkungan lainnya," ungkap H Edy Pratowo menegaskan.

Ia juga mengatakan, sekarang sudah ada 3 desa yang sudah melaksanakan gerakan stop buang air besar sembarangan. Dari itu saya harapkan kembali pada tahun 2019 mendatang akan lebih banyak lagi desa-desa yang mendeklarasikan ODF ini.

"Untuk 3 Desa yang sudah mendeklarasikan ODF ini, Desa Mantaren 2, Desa Tuwung dan Desa Manen Paduran. Bila perlu seluruh desa yang ada di Kabupaten Pulang Pisau ini deklarasi ODF," tukasnya.

Sementara itu dikabarkan, bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat merencanakan akan memberikan penghargaan STBM berkelanjutan kepada Bupati Pulang Pisau atas tercapainya sebagai kabupaten yang telah terverifikasi stop buang air besar sembarangan atau ODF.

"Beberapa hari yang lalu kita menerima surat dari Kemenkes RI melaui Dirjen Kesehatan  Masyarakat perihal Pulpus akan menerima penghargaan STBM (Berdasarkan Data e-monev STBM).[manan]


TAG