Cari Kerja, Janda Cantik Tewas dengan Leher Tergorok

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Seorang janda cantik beranak satu, Ei (29) warga Desa Muara Singan, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan, tewas dengan kondisi mengenaskan, tangan kiri dipenuhi luka dan lehernya tergorok, Kamis malam (5/7/2018).

Berdasarkan informasi yang disampaikan sopir Ambulance Puskesmas Desa Patas I, Kecamatan GBA, Barsel, Rinto, kepada KabarKalteng di RSUD Jaraga Sasameh, Kamis malam (5/7/2018), korban diantar oleh seorang warga desa Patas I, ke-Puskesmas Patas sekitar Pukul 19.30 waktu setempat, dalam keadaan terluka parah di bagian tangan kiri dan leher korban.

"Sempat ditangani oleh pihak Puskesmas Patas selama kurang lebih satu jam, namun karena kondisi korban yang pada saat itu semakin menurun, maka diputuskan dilarikan ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok. Namun nahas, korban yang pada saat itu kritis, menghembuskan nafas terakhirnya di dalam perjalanan menuju kota Buntok," terang Rinto, saat diwawancarai oleh awak media.

Dilanjutkan oleh Rinto lagi, bahwa korban diantar oleh seorang warga desa Patas I, yang mengakui menemukan korban Ei, yang kala itu tengah terhanyut dibawa arus Sungai Ayuh, tidak jauh dari Jembatan di Desa Patas I.

Warga yang tidak diketahui pasti identitasnya tersebut, diceritakan oleh Rinto, mengaku pada saat sedang memancing di Sungai Ayuh tidak jauh dari jembatan, mendengar teriakan orang minta tolong dari dalam sungai, setelah dilihat ternyata korban tengah berjuang melawan derasnya arus sungai Ayuh dan ketika dinaikan keatas perahu, kondisi korban sudah penuh dengan luka dan hanya mengeluhkan kesakitan.

"Warga yang mengantar korban ke-Puskesmas itu, bilang kalau dia lagi mancing tiba-tiba mendengar orang minta tolong dari dalam sungai, ternyata korban sedang berusaha berenang, ketika diangkat dari sungai barulah diketahui oleh warga itu, bahwa korban terluka parah," ceritanya.

Informasi lebih lanjut, kemudian diperoleh awak media dari cerita adik korban, En. Kepada awak media, En mengungkapkan bahwa, kakaknya Ei, memang sudah tidak memberi kabar kepada pihak keluarganya di Muara Singan, sekitar dua minggu lebih.

Sebelumnya, diceritakan oleh En lagi, korban diketahui oleh pihak keluarga pergi dari rumah bersama teman prianya yang berinisial Mn alias Mg, dua minggu sebelumnya, menuju Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan maksud mencari pekerjaan.

"Dia (korban) memang sudah dua minggu pergi bersama temannya itu, katanya cari kerja ke Sungai Danau, setelah itu tidak ada lagi kabar, bahkan Phonselnya tidak lagi pernah aktif, sampai malam ini baru tahu dari keluarga bahwa kakak saya ini tengah dirawat di Puskesmas Patas I tadi," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Barsel, AKP Triyo Sugiono SH, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang menyebabkan tewasnya Ei.

"Masih dalam penanganan dan penyelidikan," tukas Triyo singkat[tampetu]


TAG