• Latest News

    Minggu, 17 Juni 2018

    Tujuh Bidadari Lestarikan Prosesi Pengantin Bapapai


    BUNTOK - Waktu malam menjelang acara persandingan siang, pengantin wanita dan pria melangsungkan acara adat mandi-mandi pengantin dengan air yang ditaburi macam- macam bunga.

    Biasanya prosesi tersebut dilakukan setelah salat isya. Di daerah pinggiran sungai Barito prosesi ini disebut dengan istilah bepapai pengantin.

    Prosesi bepapai tersebut dilakukan oleh tujuh wanita tua yang telah berpengalaman, yang bahasa umumnya di daerah tersebut dengan sebutan tujuh bidadari.

    Selesai mandi, pengantin wanita dan pria diperintahkan menjejak telur ayam yang beralaskan daun keladi sampai pecah dengan ujung tumit.

    Kemudian diikuti acara selamatan, yakni berdoa memohon kepada sang pencipta agar kedua mempelai tersebut awet jodoh, dan lainnya.

    "Prosesi mandi bapapai ini telah turun temurun sejak dulu dan kami tetap melestarikannya. Tentang wajib atau tidaknya juga kurang tau yang pastinya kami selalu melakukan hal ini terhadap pengantin," imbuh Mama Madan, salah satu bidadari.[kenedy]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tujuh Bidadari Lestarikan Prosesi Pengantin Bapapai Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top