Plasma tak Ada, Lahan Masyarakat Diserobot..?

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Rupanya masyarakat di Desa Sei Hambawang dan Dusun Lumpur, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, semakin dibuat sakit hati oleh pihak PBS yang beroperasi di Wilayah Desa setempat. Selain tak kunjung adanya realisasi plasma, pihak PBS juga telah menyerobot sejumlah lahan milik warga tersebut.

Tudingan itu dilontarkan oleh sejumlah warga asal Desa Hambawang dan Dusun Lumpur. Tudingan oleh warga tersebut jelas menunju pada PT BAFM yang mengelola perkebunan kelapa sawit yang beroperasi dari tahun 2011 sampai ini di desa mereka.

"Sedikitnya ada 33,200 hektar lahan kami yang dirampas dan di klaim oleh perusahan PT BAFM sebagai milik perusahan. Ini tentunya sudah sangat membuat kami sangat sakit hati atas perlakuan semena-mena dari pihak perusahan ini," ungkap Kepala Dusun Lumpur, Asmuni atau ungking biasa warga dusun setempat memanggil, Selasa (5/6/2018) via telepon selulernya.

Ungking mengatakan, permasalahan penyerobotan lahan ini sebelumnya sudah kami laporkan ke pemerintah daerah, sebagai bentuk protes kami dengan harapan pihak perusahaan segera mengembalikan lahan-lahan kami yang mereka serobot dan mereka klaim.

“Hal ini sudah kami laporkan ke pemerintah daerah, karena warga setempat melakukan aksi protes agar pihak perusahaan mengembalikan hak mereka,” ucap Ungking

Ungking menegaskan, jika nanti pihak perusahaan tidak bersedia mengembalikan hak-hak warga, yakni lahan yang mereka klaim, maka masyarakat akan melakukan upaya-upaya hukum.

“Memang sudah melakukan mediasi dengan pihak perusahaan difasilitasi Pemkab, namun masih belum menemukan titik terang kesepakatan. Intinya kami ingin tanah kami itu kembali,” ucapnya dengan tegas.

Ia menjelaskan, sedikitnya ada 80 warga yang lahannya digarap oleh perusahaan. Dari kesepakatan warga memang tidak berniat untuk menjual tanah tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pihak perusahaan agar dapat mengembalikan yang sudah menjadi hak masyarakat Desa Hambawang terutamanya Dusun Lumpur itu.

“Ada 80 SPT yang diserobot Perusahaan dengan total 33,200 hektar. Memang warga tidak berniat menjual lahan tersebut, makanya mediasi kemaren tidak ada kesepakatan. Rencana habis lebaran ini akan diadakan pertemuan ulang,” terang Ungking menutup pembicaraan.

Sementara itu terpisah, saat kembali dikonfirmasi itu Pihak PT BAFM belum bisa dihubungi. Dan pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dalam waktu dekat.

“Maaf mas untuk pimpinan masih berada diluar kota. Dalam waktu dekat kita akan kita kabari,” ucap Humas PT BAFM atas nama Bambang.[manan]


TAG