• Latest News

    Jumat, 22 Juni 2018

    Panggung Belum Dibongkar, Paslon ini Geram...!


    PULANG PISAU - Tanggal 22 sampai 23 Juni 2018, tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) sudah masuk pada tahapan Kampanye Akbar. Di mana, Jumat (22/6/2018) kemarin sudah berlangsung kampanye akbar dari paslon nomor urut 2.

    Namun, setelah usai pelaksanaan kampanye akbar oleh paslon nomor urut 2 itu, mendapat protes dari paslon nomor urut 1, yakni paslon Idham-Jaya. Pasalnya, pihak Idham-Jaya menuding pihak paslon nomor 2 tidak legowo dan terkesan sengaja menghambat proses persiapan kampanye akbar yang akan digelar pihaknya pada hari ini, Sabtu (23/6/2018).

    "Kita tentunya sangat menyayangkan dengan sikap pihak paslon nomor urut 2 dengan adanya momen seperti ini. Jadi, kami anggap pihak nomor 2 terkesan sengaja untuk menghambat proses kampanye kami dengan masihnya berdiri panggung bekas kampanye mereka, kan aneh," ucap salah satu tim pemenangan Idham-Jaya, Diharyo kepada media ini, Sabtu (23/6/2018).

    Padahal menurut Diharyo, sebelumnnya telah bersama disepakati, baik dari pihak Panwas, kepolisian dan dari tim paslon urut 2, dalam proses pengecekan lokasi kampanye akbar masing-masing paslon.

    "Artinya pihak terkait (paslon Edy-Taty) terkait kesepakatan tentang lokasi kampanye akbar, baik masalah panggung, dan lokasi teknisnya diketahui oleh pihak panwas dan kepolisian setempat. Kenapa sampai saat ini, seperti panggung bekas kampanye mereka masih berdiri, apakah ini memang disengaja," tutur Diharyo.

    Bahkan yang lebih parah dan membuat pihak Idham-Jaya sangat geram, lanjut Diharyo, dalam kesepakatan itu, pihak paslon nomor 2 sudah menyepakati setelah usai kegiatan kampanye pihaknya dan selambat-lambatnya sampai pada pukul 00.00 WIB semua lokasi sudah steril dan bersih. Namun, faktanya tidak sesuai dengan hasil kesepakatan.

    "Bayangkan panggung bekas mereka kampanye masih berdiri tegak di tengah-tengah lapangan, sehingga kami terpaksa sementara membangun panggung kampanye di sudutnya. Ini menurut kami sangat tidak etis ditunjukan oleh calon pemimpin," ungkap Diharyo dengan kesal.

    Bahkan, tambah Diharyo, ironisnya lagi sampai pihaknya mengabarkan hal ini kepada pihak panwas dan ketua tim pemenangan, tidak ada jawaban.

    Selain itu juga, sampah bekas mereka kampanye pun masih berhamburan di lokasi yang sama untuk kampanye.

    "Dugaan kami ini memang ada unsur kesengajaan dari pihak mereka. Sampai kami mencoba menanyakan dengan pihak EO untuk melanjutkan penyewaan panggung yang bekas dipakai paslon 2, namun dijawab pihak EO, panggung tidak bisa lagi kami sewakan, tanpa ada penjelasan yang jelas. Hal ini tentunya membuat kuat dugaan kami bahwa ini memang ada faktor kesengajaan," tuturnya kembali.

    "Kami menahan para simpatisan yang sempat geram dengan adanya momen ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tukasnya.

    Sementara hasil pantauan media ini, di lokasi, benar adanya, bahwa panggung yang digunakan oleh paslon nomor urut 2, masih dalam keadaan berdiri kokoh dan di lokasi tersebut terlihat sejumlah anggota Polisi dari Polres Pulpis berpakaian preman terlihat memantau kondisi panggung yang masih berdiri.

    Sementara itu, saat dihubungi pihak terkait, baik itu dari pihak EO dan salah satunya lagi dari pihak paslon Edy-Taty, guna perimbangan berita, belum ada tanggapan sampai berita ini dimuat.[manan]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Panggung Belum Dibongkar, Paslon ini Geram...! Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top