Modus Mencari Ikan, Aril Gasak 3 Motor Selama 6 Bulan

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Surianyah alias Aril (32), memang layak disebut sebagai spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), karena dalam rentang waktu kurang dari enam bulan, ia mampu menggasak tiga buah motor di Kota Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, hanya dengan bermoduskan pura-pura mencari ikan.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pihak Kepolisian Resort (Polres) Barsel, ternyata Aril pelaku curanmor yang ditangkap oleh tim unit Reskrim Polsek Dusun Selatan dan Polres Barsel pada Rabu malam (30/5/2018) lalu, memiliki modus operandi berpura-pura sebagai pencarian ikan dalam melaksanakan aksinya.

"Dia (tersangka) berpura-pura mencari ikan, dengan membawa peralatan tangkap ikan berupa tombak dan jala, masuk kedalam gang-gang di Kota Buntok, kemudian menggiring motor curiannya, setelah jauh dari rumah korban pemilik motor, barulah motor curian tersebut dihidupkan dengan cara mempreteli kabelnya," terang Kapolres Barsel, AKBP Eka Syarif Nugarha Husen SIK MSi, pada saat menggelar Press Realese, di Halaman Mapolsek Dusun Selatan, Jumat (1/5/2018).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Eka, setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, ternyata selain tiga buah sepeda motor yakni Yamaha Jupiter MX Nopol KH KH 6105 KG, Honda Beat Warna Orange Nopol KH 5456 DG dan Honda Bead Warna Hitam dengan Nopol KH 4871 KH, ditemukan ada satu barang bukti lainnya, yakni sepeda motor jenis Yamaha Jupiter Z, dengan Nopol KH 2545 AS.

Yamaha Jupiter Z tersebut, diketahui milik seorang anggota TNI, yang bertugas di Kodim 1012 Buntok, yang dilaporkan hilang pada tahun 2016 lalu.

"Dari hasil pengembangan, ditemukan barang bukti baru, yakni sebuah sepeda motor yang hilang di tahun 2016 lalu, jadi total barang bukti hasil curanmor oleh tersangka Aril, sampai saat ini sudah ada empat buah," bebernya.

Untuk sementara, diakui oleh Eka, pihak Polres Barsel, masih melakukan pengembangan terkait mencari tahu apakah tersangka murni melakukan aksinya seorang diri ataukah ada jaringan lainnya.

"Kita masih mencari tahu apakah ada jaringan lain, pasalnya tersangka diketahui meskipun memiliki KTP alamat Buntok, namun dia lama tinggal di Marabahan, Kalsel dan baru satu atau dua tahun ini saja, dia (tersangka) menetap dan berdomisili di Buntok," tukasnya.

Mengenai motif tersangka sendiri dalam melakukan aksinya,diterangkan oleh Eka lagi, merupakan murni dikarenakan permasalahan ekonomi.

"Ya dia melakukannya murni karena ekonomi, bukan untuk bersenang-senang!" tuturnya.

Untuk hukuman, tersangka akan dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke-3 subs  Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman tujuh tahun penjara.[tampetu]


TAG