Curi Sarang Walet, Satu Pencuri Didor Polisi

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Maraknya pencurian sarang burung walet tentunya sangat meresahkan masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha sarang yang bernilai ekonomis sangat tinggi itu.

Bagaimana tidak, kasus pencurian sarang burung walet itu, kerap dilakukan para pelaku (pencuri) dengan cara biasa maupun dengan kekerasan, baik dilakukan secara person maupun kelompok.

Seperti kasus yang terjadi di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, sebanyak sembilan pelaku yang diduga hendak melakukan pencurian sarang burung walet di desa tersebut, Jumat (29/6/2018) malam sekitar pukul 07.00 WIB.

Meski aksi mereka telah digagalkan pihak kepolisian setempat, namun sebelumnnya pelaku sempat melakukan kekerasan terhadap Diwung yang berprofesi sebagai penjaga sarang walet milik tuannya itu.

"Kejadiannya sekitar jam malam, diperkirakan mereka masuk lewat samping gedung walet. Saat itu terdengar suara anjing menggonggong dan sempat saya lepaskan tembakan kearah gonggongan anjing menggunakan senapan angin. Lalu dengan sangat cepat para pelaku yang berjumlah sekitar sembilan orang melumpuhkan anjing dan langsung mendobrak pintu rumah dengan linggis dan sempat memukul saya, untung istri saya cepat menelpon polsek setempat. Sehingga tidak lama komplotan pencuri melarikan diri," tutur Diwung, Sabtu (30/6/2018) menceritkan sedikit kronologis kejadian kepada awak media.

Sementara itu, Kapolres Pulang Pisau, AKBP Dedy Sumarsono melalui Kapolsek Jabiren Raya, Ipda Junedinoto saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut membenarkan, telah terjadi aksi pencurian sarang burung walet di Desa Pilang yang diduga dilakukan sebanyak sembilan orang.

"Dari sejumlah pelaku yang diduga itu, sekitar pukul 00.00 WIB, kita telah berhasil mengamankan satu orang dengan inisial H (34) dan terpaksa kita lumpuhkan," ucap kapolsek Jabiren.

Ia juga mengatakan, dari sejumlah pelaku yang diduga melakukan pencurian dengan kekerasan itu, masih dalam tahap pencarian. Sebagian dari pelaku kabur menggunakan mobil yang digunakan untuk menjalankan aksi kejahagannya dan sebagian lagi kabur ke wilayah hutan desa setempat.

"Pihak gabungan Polsek, Polres dan Resmob Polda Kalteng masih masih memburu pelaku lainnya," tukasnya.

Ditambahkan Kapolsek, para pelaku sebelum sempat melakukan aksinya  langsung diburu anggota polsek dan buser polres Pulpis. Pelaku inisial H itu sempat lari kehutan selama kurang lebih 2 jam sebelum akhirnya dapat dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kakinya.

"Dari keterangan pelaku yang berhasil kita lumpuhkan. Komplotan pencuri sarang walet ini sebelumnnya sudah melakukan aksinya di Kecamatan Jabiren Raya sebanyak dua kali dan berhasil. Sedikitnya dari dua aksi yang dilakukan itu telah berhasil mencuri sarang walet sebanyak 26 kilogram," ungkapnya.

"Kita masih dalam tahap pengejara  untuk pelaku lainnya," tukas Kapolsek.[manan]


TAG