Siapa Pendaftar Keluarga Yoyo, BPJS Kesehatan Enggan Berkomentar

Print Friendly and PDF


BUNTOK -  Pihak BPJS Kesehatan cabang Muara Teweh enggan memberikan keterangan, siapa sebenarnya yang mendaftarkan keluarga Yoyo, sebagai peserta BPJS Kesehatan, hingga saat ini menjadi misteri besar.

Siapa sebenarnya yang mendaftarkan keluarga Yoyo, menjadi peserta BPJS Kesehatan? Hal tersebut, masih menjadi tanda tanya besar dan bahkan semakin menjadi sebuah misteri yang seakan-akan tidak bisa ditemukan titik terangnya. Ditambah lagi, ketika ditemui di sela kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Teknis Pengalihan Kepesertaan Program JKN Bagi Perangkat Desa Kabupaten Barito Selatan Tahun 2018, yang dilaksanakan di Aula Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSPMD) Barito Selatan, Kamis (31/5/2018), Kepala BPJS Kesehatan cabang Muara Teweh, Dewi Kurnia Wijayanti, enggan memberikan keterangan mengenai hal tersebut.

Kepada awak media, Dewi hanya memberikan jawaban, bahwa terkait permasalahan mengapa sampai keluarga Yoyo, yang merupakan suami dari pasien korban "penyanderaan" oleh pihak RSUD Jaraga Sasameh Buntok beberapa waktu lalu, karena tidak mampu membayar tagihan biaya perawatan itu, terdaftar sebagai peserta BPJS dan siapa yang mendaftarkan mereka, hal itu diakuinya bukan kewenangannya untuk memberikan jawaban.

"Saya tidak punya kewenangan untuk mejawab hal itu mas," akuinya.

Namun dalam keterangan lebih lanjut, wanita berhijab ini menerangkan, bahwa terkait kasus Yoyo, sudah ditangani oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Barsel.

"Itu (Kasus Yoyo), kan sudah ditangani oleh pihak Kepolisian, jadi saya tidak berhak memberikan keterangan," ungkapnya seraya berlalu.

Sebelumnya di dalam keterangan yang disampaikan oleh Kepala Desa Penda Asem, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel, Lady Kewet, beberapa waktu lalu, bahwa pihak Pemdes tidak pernah mendaftarkan keluarga Yoyo, menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Tahun 2016, memang pernah diajukan berkas permohonan secara kolegtif dari desa, namun karena berbagai kendala aturan dan hal lainnya, pendaftaran itu kami batalkan dan yang mengembalikan berkasnya adalah pihak BPJS Kesehatan itu sendiri!" beber Lady.

Begitu pula dengan Yoyo, selaku pribadi yang dituding oleh pihak BPJS sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, juga mengakui bahwa dirinya secara pribadi tidak pernah mendaftarkan dirinya dan keluarganya sebagai anggota BPJS kesehatan.

"Makanya saya bingung, waktu dibilang bahwa saya dan seluruh anggota keluarga saya sudah terdaftar sebagai anggota BPJS kesehatan," tutur Yoyo kebingungan.

Sebelumnya pada Selasa (24/4/2018), Pihak BPJS Kesehatan kantor anak cabang Buntok, Neti, menerangkan bahwa keluarga Yoyo sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan mandiri sejak tahun 2016 lalu, hal inilah yang membuat Yoyo dan keluarganya tidak bisa dimasukkan kedalam program BPJS Kesehatan yang pembiayaannya ditanggung oleh Pemkab Barsel.

Dan karena keluarga Yoyo tidak pernah membayar iuran sejak tahun 2016 lalu, itulah yang membuat keanggotaan mereka belum aktif. Namun meskipun belum aktif, keluarga Yoyo tidak diperbolehkan untuk dimasukkan kedalam program jaminan kesehatan apapun, sebelum menyelesaikan tanggung jawabnya untuk membayaran iuran tersebut.

"Iya pak Yoyo kan sejak tahun 2016, sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, namun karena mereka tidak pernah membayar iuran makanya belum aktif. Tapi, kan tidak boleh dimasukkan kedalam program jaminan kesehatan lainnya, karena memang sudah terdaftar sebagai anggota BPJS mandiri!" tegasnya.[tim redaksi]


TAG