Gawat...!!! Perkebunan Sawit Ini Hancurkan Sepadan Sungai

Print Friendly and PDF


TAMIANG LAYANG - Menggarap lahan dengan cara menghancurkan sepadan sungai dan menimbun sampah kedalam alur sungai, PT Ketapang Subur Lestari (KSL), perusahaan yang bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit ini, menuai protes dari warga masyarakat Desa Tangkan, Kecamatan Awang Lapai, Kabupaten Barito Timur.

Protes tersebut bukan tanpa dasar, soalnya sudah berkisar satu minggu ini, warga Desa Tangkan, tidak bisa mempergunakan air sungai Murung Gamis untuk keperluan sehari - hari seperti mandi, mencuci bahkan untuk dikosumsi sebagai air minum, akibat dari pengerusakan yang dilakukan oleh pihak PT.KSL di bagian hulu sungai, yang merupakan sumber mata air satu - satunya bagi kebutuhan warga desa setempat.

Hal tersebut disampaikan, Sinse (54) salah satu warga Desa Tangkan, kepada KabarKalteng, Jumat (25/5/2018). Dalam keterangannya, pria paruh baya itu mengatakan, sampai saat ini air dari sungai Murung Gamis terlihat kehitam - hitaman dan berbau tak sedap, hal ini diakibatkan membusuknya pohon yang sengaja digusur dan dibuang untuk menutupi alur sungai, sehingga akibatnya air menjadi tidak layak digunakan akibat tercemarnya sungai tersebut.

"Saya yakin, pihak PT.KSL tahu aturan jarak tanam dari pinggir sungai dan sekarang bukannya mentaati aturan dan perundang undangan yang berlaku, tapi malah menutup alur sungai, jadi jelas ini disengaja!" ketusnya dengan nada kesal.


Ditemui dikantornya, Kepala Desa Tangkan, Ikemson, membenarkan perihal tercemarnya sungai Murung Gamus Tersebut dan diduga sangat kuat, bahwa kejadian tersebut merupakan akibat dari keteledoran pihak PT.KSL yang membuang sampah gusuran kayu dan tanah kedalam alur sungai.

"Memang betul, air sungai tersebut tidak layak digunakan akibat bau yang menyengat, dikarenakan mulai membusuknya pohon yang menutupi sungai dan itu juga yang mengakibatkan ikan banyak yang mati dan mengeluarkan aroma busuk," terang Ikemson.

Lebih lanjut, Ikemson mengatakan, bahwa memang ada beberapa warganya menyampaikan permasalahan tersebut kepada pihaknya, dan menurutnya hal itu sudah disampaikannya kepada pihak perusahaan.

"Laporan tersebut (Pengerusakan Sungai), sudah kita tindak lanjuti dengan meminta pihak perusahaan melakukan normalisasi terhadap alur sungai yang sudah ditimbun, agar segala bentuk hal yang tidak kita inginkan bisa dihindari," tukasnya.


Dikonfirmasi menyangkut permasalahan pengerusakan sepadan sungai tersebut, salah satu Humas  PT.KSL Kristal RM Ngaki, saat dimintai keterangannya mengatakan, bahwa dia tidak mempunyai kewenangan menjamin apakah nantinya alur sungai tersebut akan dinormalisasi seperti semula atau tidak, sebab hal tersebut bukanlah kewenangannya.

"Sama hal nya dengan jarak tanam dari tepi sungai, saya juga tidak bisa  menjawab, mengingat saya hanya humas biasa dan Desa Tangkan bukan wilayah kerja saya, yang lebih berhak menjawab hal tersebut adalah bagian umum dan Legal Officer CAA Group," ucapnya.[adi]

TAG