Dinilai Lambat, Dewan Barsel Pertanyakan Pencairan Dana Desa 2018

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Hingga akhir bulan Mei 2018, 90 persen dari 86 desa se-Kabupaten Barito Selatan, masih belum menerima pencairan Dana Desa (DD) tahun 2018, kenapa ya?

Ketua Komisi I DPRD Barsel, Waldi TY, mempertanyakan terkait informasi belum dicairkannya DD Tahun 2018, untuk 73 desa se-Barsel. Pertanyaan ini, disampaikan oleh Waldi, kepada KabarKalteng, Rabu (30/5/2018) di Buntok.

"Kenapa ya, kok sampai akhir bulan Mei dan hampir memasuki bulan Juni 2018, hanya ada 13 desa dari 86 desa se-Barsel yang baru menerima pencairan DD, dimana kendalanya?," pertanyakannya.

Perihal keterlambatan pencairan DD untuk 73 desa itu sendiri, dikhawatirkan oleh Waldi, akan menghambat semua kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk pembangunan di desa.

Selain dikhawatirkan menghambat pembangunan di desa, keterlambatan pencairan DD tahap I juga akan berdampak pada penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Ironisnya, keterlambatan pencairan DD bisa berdampak pada benturan terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), yakni apabila hingga bulan Juni, DD tidak juga dicairkan, maka akan dihapuskan, yang artinya selama satu tahun 2018, 73 desa se-Barsel ini, kelak tidak akan menerima DD.

"Kita (DPRD) berharap, agar Pemkab melalui SOPD terkait sebagai leading sektor yang menangani masalah DD ini, agat segera melaksanakan pencairan DD untuk 73 desa tersebut dan bagi desa-desa yang belum mendapatkan pencairan DD tersebut, untuk segera mengurus dan melengkapi apa saja yang menjadi syarat pencairan!" tukas Waldi.[tampetu]


TAG