Apel Siaga Karhutla 2018, Pjs Bupati Pulpis Minta Pihak Terkait Responsif

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Pjs Bupati Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Muhammad Hatta memimpin Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)  tahun 2018, di Halaman Station HM Sanusi, Kota Pulang Pisau, Senin (14/5/2018).

Hadir pada kesenpatan itu, unsur FKPD, Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Pimpinan Lembaga/SOPD Pemkab Pulpis, para tamu undangan dan peserta Apel Siaga Karhutla bail TNI/Polri, Manggala Agni, Tagana, Rapi, Dishub.

Dalam sambutannya, Hatta menyampaikan bahwa Apel Siaga Bencana Karhutla merupakan suatu forum bersama pemerintah, non pemerintah masyarakat dan lembaga usaha until mempersiapkan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana/kedaruratan, termasuk kesiapan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

"Apel ini juga untuk mengumpulkan kapasitas daerah berupa data/informasi, sarana dan prasarana serta logistik dari berbagai unsur baik lembaga pemerintah dan non pemerintah," ucap Hatta menyampaikan sambutannya.

Selanjutnya, kata Hatta, apel ini juga mengidentifikasi mekanisme koordinasi penanganan bencana di lapangan dalam rangka kesiapsiagaan dan guna menguji kemampuan dan keterampilan dalam memobilisasi sumber daya, pengoperasian sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

"Pelaksanaan apel siaga bencana tahun 2018 adalah bentuk mensinergikan dan mensosialisasikan pelaksanaan hari kesiapan bencana tanggal 26 April 2018, karena tanggal tersebut adalah hari lahirnya undang-undang nomor 24 tahun 2007 yang merupakan perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif (pengelolaan risiko bencana) yang mana pada tahun ini tepat berusia 11 tahun," terang Hatta.

Dari itu, tambah Hatta, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mengajak seluruh SOPD, lembaga, dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat secara bersama turut berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana maka akan terbangun kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait kesiapsiagaan bencana.

Apel siaga bencana ini, kata Hatta, juga merupakan upaya dalam memperkuat kapasitas kesiapsiagaan masyarakat karena sebagaimana kita ketahui, agar masyarakat mengenal ancaman risiko di lingkungan. Pihak terkait juga mampu mengelola informasi peringatan bencana secara dini serta mengurangi dampak bencana yang menimbulkan korban dan kerugian.

"Saya minta perhatian kepada BPBD, seluruh SOPD, TNI/Polri dan lembaga dunia usaha, organisasi sosial serta lembaga swadaya masyarakat. Untuk para camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau agar cepat tanggap (responsif) dalam hal bencana karhutla ini," tegasnya.

Ia berharap, semoga tahun ini Karhutla tidak terjadi. Andai terjadi lagi, tidak separah pada karhutla pada tahun 2015 lalu. "Harapan kita ya ditahun 2018 ini karhutla berkurang," pungkasnya.[manan]


TAG