Terkait Dugaan Penyelewangan Dana Hibah, Ini Klarifikasi Kadis Pertanian Pulpis

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kasus dugaan penyelewengan dana hibah dari Badan Ketahanan Pangan Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (BKP5K) yang sebelumnnya diduga dilakukan oleh oknum Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau dan mantan bendaharanya, akhirnya mendapat jawaban dari pihak terkait, dalam hal ini Kepala Dinas yang bersangkutan.

"Iya saya sudah tahu terkait pemberitaan itu mas. Nah di sini saya mau sedikit klarifikasi, kalau dana hibah itu tidak ada mas. Kalau dana yang lain memang ada. Tapi itu sudah kita bayarkan," ucap Kadis Pertanian Pulpis, Slamet Untung Riyanto, yang sebelumnnya disebut berinisial SUR saat diwawancarai KabarKalteng, Senin (9/4/2018) di ruang kerjanya.

Menurut SUR, pihaknya pada tahun 2017 tidak ada menerima bantuan dana dari BPK5P yang disebutkan dengan nilai anggaran Rp1 miliar itu. Meski demikian, dirinya tidak menepis kalau saat itu ada sejumlah item dari anggaran lain yang mana itu menjadi hak para pegawainya saat itu belum terbayarkan. Namun SUR tidak menjelaskan secara detail anggaran lain yang dimaksudkannya itu.

"Kita tidak ada niat untuk menyelewengkan dana yang dimaksud mas, cuman belum sempat dibayarkan saja," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, saat ini memang dari pihaknnya sudah ada yang dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri Pulang Pisau untuk dimintai keterangan, terkait dugaan tersebut.

"Intinya di sini saya hanya mau menyampaikan bahwa dana hibah dari BKP5K itu tidak ada, dan tidak benar. Namun, untuk dana anggaran yang memang lambat dibayarkan itu memang ada, tapi sudah kita bayarkan, termasuk pembayaran kepada tenaga penyuluh," tuturnya sekaligus menutup pembicaraan.[manan]


TAG