Program Pamsimas Minim Anggaran? Ini Penjelasan Dinas Terkait

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas) dilaksanakan oleh desa. Untuk sumber anggarannya 70 persen berasal dari Pemerintah Pusat dan sharing dengan APBD, 10 persen dianggarkan lewat Dana Desa (DD), sedang sisa 20 persen dari swadaya masyarakat dalam bentuk dana iuran dan nilai upah pekerjaan.

"Pamsimas bersifat pemberdayaan, makanya tidak ada pajak," kata Kadis PUPRPKP Kapuas melalui Jhonie, Kasi pada bidang CK, Kamis (12/4/2018).

Anggaran 20 persen dari swadaya masyarakat, lanjutnya, 16 persen inkes atau iuran dari masyarakat dan sisanya merupakan nilai upah pekerjaan dari masyarakat desa yang melaksanakan program tersebut.

"Ini bukan proyek yang ada orientasi keuntungan, lebih kepada pemberdayaan," tandasnya.

Sebelumnya ada beberapa desa yang melaksanakan program ini mengeluhkan minimnya anggaran Program Pamsimas.

"Pada pelaksanaan Pamsimas tahun sebelumnya, kita nombok biaya puluhan juta," ungkap salah satu Kades yang tak mau namanya dipublikasikan.

Senada dengan itu, salah satu warga yang desanya melaksanakan program Pamsimas juga mengklaim anggaran yang tersedia sangat minim, bahkan merugi.

Menurut Pihak DPUPRPKP sendiri, hal itu terjadi salah satunya karena tidak maksimalnya pengelolaan pemberdayaan dari nilai 20 persen anggaran, baik sumber dana iuran maupun nilai upah dari tenaga yang seharusnya bersifat swadaya.[zulkifli]


TAG