Pelaku Penista Nama Tuhan Akui Kesalahannya

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Akhirnya pelaku penghujat Nama Tuhan yang sempat viral di media sosial (Facebook), meminta maaf kepada masyarakat dan warganet, terkhusus bagi seluruh kaum muslimin dimanapun berada.

Selain meminta maaf, AWM diketahui pemuda 22 tahun berdiam di Desa Sidodadi, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pidau itu juga sangat menyesali atas perbuatan yang telah dilakukannya, dengan menulis status di dinding beranda akun facebooknya yang dianggap menistakan Nama Tuhan.

"Saya atas kejadian ini meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan khususnya bagi kaum muslimin dimanapun berada. Saya sangat menyesali atas kelakukan saya ini, pokoknya saya bertaubat tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi," ungkap pelaku saat di konfirmasi sejumlah awak media, Jumat (6/4/2018) di Mapolres Pulang Pisau.

Ditanya awak media, kenapa sampai melakukan hal tersebut, pelaku mengatakan, bahwa dirinya merasa kesal dan kecewa dengan Tuhan, karena keluarganya berantakan tidak harmonis, hasil kerja habis buat bayar angsuran, sehingga tidak membuahkan hasil apa-apa, sehingga dirinya kesal dan kecewa kepada Tuhan atas ketidakadilan yang diberikan Tuhan selama ini.

"Saya menulis di dinding status seperti itu, karena saya beranggapan bahwa Tuhan itu tidak adil terhadap diri saya karena selama ini, dalam kehidupan saya banyak menuai masalah, sehingga saking meluapkan rasa kekecewaan itu, saya lampiaskan lah dengan menulis di status beranda FB saya seperti itu. Tapi saat ini saya merasa sangat menyesal sekali dengan tindakan bodoh saya ini, saya taubat," ungkap pelaku dengan raut muka tampak penyesalan.


Kapolres Pulang Pisau, AKBP Dedy Sumarsono, melalui Wakapolres, Kompol Endro mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku penghujatan Nama Tuhan yang ditulis di dinding akun facebooknya pada tanggal 3 April 2018 sekitar pukul 22.16 WIB.

Sebelum ada laporan kepihak Polres Pulpis terkait pelaku yang diketahui menulis di dinding beranda akun facebooknya itu, tim cybercrime Polres setempat atas perintah pimpinan, yakni Kapolres Pulpis memerintahkan untuk melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut, dan berhasil telah di dapati oleh pihaknya, dan saat itu juga pelaku langsung kita amankan ke Mapolres setempat.

"Diamankannya pelaku saat itu, untuk mengantisipasi terjadinya gejolak di masyarakat, karena banyak warga  yang  merasa geram dengan tindakan pelakumya," ungkap Kompol Endro yang juga didampingi, Kasat reskrim Polres Pulpis, Edia Sutaata, Jumat (6/4/2018) kepada sejumlah awak media pada jumpa pers di Mapolres setempat.

Kronologis singkat yang disampaikan pihak Polres Pulpis, bahwa AWM sebelumnnya telah memposting status di akun fb nya, dengan kalimat yang dianggap tidak pantas, karena hal ini sudah dalam bentuk ujaran kebencian dan penistaan agama. Dari itu tidak lama MUI Pulpis melaporkan hal kejadian kepada pihak Polre Pulpis.

"Dari hasil rapat pihak MUI terkait hal ini, pihaknya menyatakan sudah masuk dalam ujaran kebencian dan penistaan agama, sehingga MUI Pulpis langsung melaporkan dengan pihak polres setempat," katanya.

Selanjutnya, terang Waka, pelaku juga diketahui sebelumnnya telah memposting di dinding beranda facebooknya sekitar pukul  22.17 WIB, dengan menggunakan hanphone merk Advan warna putih di ruang tamu rumahnya.

Saat mengetahu hal tersebut, tim cyber crime Polres Pulpis, dengan cepat melidik dan mengamankan pelaku yang didapati tengah berduduk santai di basecamp di lokasi pekerjaannya.

"Pelaku juga diketahui sebagai supir di perusahaan sawit di daerah itu. Sudah mengantongi identitas pelaku saat itu langsung kita amankan sekitar pukul 01.30  WIB," ungkapnya.

Adapun motif pelaku melakukan hal tersebut, di karenakan kecewa dengan Tuhan, dimana keluarganya saat ini berantakan, hasil usaha habis tidak ada membuahkan hasil, sehingga dirinya kesel atau kecewa dengan Tuhan.

Sementara itu ditambahkan, Kasatreskrim Polres Pulpis, AKP Edia Sutaata, dari kejadian ini menunjukan bahwa ini menunjukan bahwa ini merupakan sebagai bentuk keberhasilan Polri dalam hal ini Polres Pulpis dalam mengusut kasus ini.

Padahal Polres Pulpis sudah jauh-jauh hari mengimbau terkait berita hoax, ujaran kebencian, SARA dan lain sebagainya, agar jangan sampai terpengaruh apalagi sampai berbuat.

"imbauan tersebut sebagai bentuk kita menjaga kamtibmas di Wilayah Pulpis," tukasnya.

Dengan kejadian ini pelaku akan dikenakan pasal 28 ayat 2 UU nomor 11 tahun 2018 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

"Kita harapkan dengan adanya kejadian ini, baik masyarakat atau organisasi-organisasi keagamaan untuk mempercayai kasus ini kepihak Polres Pulpis," tukasnya. [manan]


TAG