Nah Loh...!! BPJS Kesehatan Kok Dipanggil Polres Barsel, Kenapa Ya?

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Terkait kisruh penyanderaan dan dugaan penambahan biaya perawatan ("mark up") di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, BPJS Kesehatan terlihat hadir di Kantor Kepolisian Resort (Polres) Barito Selatan, ada apa?

Kisruh dugaan "mark up" terhadap biaya perawatan pasien di RSUD Jaraga Sasameh Buntok beberapa hari lalu, ternyata berbuntut panjang. Kamis (26/4/2018), pihak BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh, Barito Utara dan pimpinan anak cabang BPJS Kesehatan Buntok, terlihat keluar dari ruangan Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Barsel.

Guna mengetahui hal tersebut, KabarKalteng pun mengkonfirmasi langsung kepada perwakilan BPJS Muara Teweh, yang namanya tidak mau dimuat oleh media, yang pada saat itu ikut serta hadir di Polres Barsel.

Dalam keterangannya, diketahui bahwa pihaknya dimintai klarifikasi oleh Kepolisian unit Pidum Satreskrim Polres Barsel, terkait perihal kasus dugaan "penyanderaan pasien" dan "mark up" biaya perawatan pasien, GE (30) yang dilakukan oleh pihak RSUD Jaraga Sasameh.

Selain klarifikasi, diakui olehnya, pihaknya juga diminta oleh Kepolisian untuk menyerahkan beberapa dokumen terkait kepesertaan Y di BPJS.

"Mohon maaf mas, kami tidak bisa memberitahukan lebih banyak soal apa saja yang menjadi pertanyaan pihak Kepolisian. Tadi kami cuma dimintai keterangan guna klarifikasi saja dan ada beberapa dokumen juga yang diminta oleh pihak Kepolisian terkait Y" jelasnya singkat sembari berlalu, kembali menuju Kota Buntok.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, awak media pun kembali, mempertanyakan kepada Kepala BPJS cabang Muara Teweh, Dewi Kurnia Wijayati, perihal adanya surat perjanjian perdamaian yang dibuat oleh pihak BPJS dengan Y di Kantor BPJS Buntok, namun sayang yang bersangkutan enggan memberikan komentar dan bahkan berlalu masuk kedalam kantor.

Setelah sekian lama berselang, lagi-lagi perwakilan BPJS cabang Muara Teweh yang nama dan jabatannya enggan dia sebutkan kepada media, yang kemudian memberikan klarifikasi kepada KabarKalteng, terkait surat perjanjian perdamaian antara BPJS dan Y, ia berkilah hal itu merupakan hanya bersifat klarifikasi antara pihaknya dengan Y, bukan merupakan surat perjanjian perdamaian.

"Mohon maaf mas lama menunggu, itu (surat) bukan perjanjian perdamaian, melainkan hanya klarifikasi saja, nanti saja kalau mau info lengkap tanyakan saja kepihak kepolisian dan semua klarifikasi kami akan berikan melalui PWI saja," tukasnya.

Jumat pagi (27/4/2018), KabarKalteng mendapatkan konfirmasi dari Kasatresktim Polres Barsel, AKP Triyo Sugiyono, yang menyatakan bahwa kehadiran pihak BPJS Cabang Muara Teweh kekantor Polres Barsel, Kamis (26/4/2018), hanyalah mengantarkan dokumen kontrak antara BPJS dengan pihak Pemerintah Kabupaten Barsel, terkait program BPJS gratis bagi masyarakat yang memiliki NIK dan alamat Barsel.

"Kedatangan mereka (BPJS) ke Polres, hanya untuk mengantarkan kontrak antara BPJS dengan Pemda, itu saja mas," terang Triyo.[tampetu]


TAG