Minim Aset, Kejari Barsel Silahturahmi sekaligus Sampaikan Aspirasi ke DPRD

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Jajaran Pimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Selatan, sambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), selain silahturahmi mereka juga menyampaikan aspirasi terkait minimnya aset Kejari Barsel.

Senin (9/4/2018), bertempat di ruang rapat Komisi I DPRD Barsel, Kepala Kejari Barsel, yang saat itu didampingi oleh jajaran pimpinan Kejari Barsel, yakni Kasi Pidsus, Kasi Datun, Kasi Pidum dan Kasi Intel, mengaku sengaja berkunjung kekantor DPRD Barsel, guna melakukan silahturahmi dan sekaligus menyampaikan aspirasi.

Di dalam penyampaiannya, Kepala Kejari Barsel, Oscar Douglas Riwu, mengatakan bahwa dirinya merasa prihatin dengan kondisi yang dialami pihak Kejari Barsel. Pasalnya menurut mantan Kepala Kejari Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, Kejari Barsel merupakan tempat yang memprihatinkan.

Hal tersebut, dikarenakan selain minimnya anggaran yang dikelola oleh Kejari Barsel selama satu tahun anggaran 2018, juga disebabkan oleh minimnya fasilitas dan aset yang dimiliki oleh pihaknya. Terbukti sampai saat ini, aset yang dimiliki oleh Kejari Barsel, hanyalah berupa bangunan kantor, yang itupun kondisinya sangat memprihatinkan, yakni kecil dan sempit, bahkan diibaratkan oleh pria asal Kupang, NTT tersebut dengan sebutan "pasar".

"Saya kasihan dengan kawan-kawan ini (sembari menunjuk kepada jajaran kasi kejaksaan), masa jauh-jauh bertugas di sini (Buntok), tidak ada rumah dinas? Belum lagi kita bicara soal aset lainnya, kantor saja sudah kaya "pasar" saking sempitnya, bahkan Aulapun kita (Kejari) tidak punya. Saya juga sempat bertanya-tanya dalam hati, saya pindah kesini sebenarnya promosi atau penurunan, di Kabupaten TTS yang anggarannya Rp9 Milyar saya pindah kesini hanya mengelola anggaran Rp3 milyar saja per tahun?" ungkapnya, diiringi gelak tawa puluhan anggota DPRD yang hadir.

Selanjutnya disampaikan oleh Oscar, dirinya sangat berharap adanya bantuan baik dari Pemkab Barsel maupun pihak DPRD, untuk dapat menyediakan tanah aset sebagai hak milik Kejari Barsel sepenuhnya. Sebab menurut keterangan yang diberikan oleh Oscar, pihak Kejari sebenarnya telah menerima hibah tanah dari Pemkab beberapa tahun lalu, di daerah desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel dan bahkan di atas tanah tersebut telah dibangun empat buah bangunan rumah, yang katanya merupakan diperuntukkan sebagian rumah dinas Kejari Barsel.

Namun dalam kenyataannya, tanah dan bangunan dimaksud tidak bisa diambil alih sepenuhnya oleh pihak Kejari, dikarenakan tanah tersebut tidak bisa dibalik namakan, sebabnya adalah di atas tanah tersebut, Sertipikatnya bukan hak milik Pemkab Barsel namun milik seorang warga.

"Kita sudah ajukan balik nama tanah itu, tapi ditolak oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), karena tanah itu sertipikatnya atas nama seorang warga bukan milik Pemkab. Untuk itulah, kami datang kesini sebagai masyarakat Barsel, menyampaikan kepada Bapak dan Ibu sekalian, agar kami bisa dibantu untuk pengadaan tanah dan bangunan perumahan dinas Kejaksaan," disampaikan Kepala Kejari Barsel yang baru saja pindah tugas tersebut, dengan nada menyesalkan.

Menanggapi hal tersebut, Waket 1 DPRD Barsel, H Hasanuddin Agani, mengakui bahwa pihaknya tidak pernah tahu bahwa ada hibah tanah yang diberikan oleh pihak Pemkab Barsel kepada pihak Kejari.

"Sepanjang pengetahuan saya, selama tiga periode menjabat sebagai anggota DPRD Barsel, tidak pernah tahu kalau ada pernah Pemkab Barsel memberikan hibah tanah dan bangunan perumahan dinas kepada pihak Kejari Barsel, tapi tidak tahu kalau ada anggota dewan lain yang tahu soal itu!" ucap Hasanuddin menjelaskan.

Senada dengan Hasanuddin, Ketua DPRD yang saat ini pun, mengakui bahwa perihal ada atau tidaknya tanah hibah dari Pemkab Barsel kepada pihak Kejari, karena tidak pernah ada laporan ataupun informasi terkait hal tersebut yang sampai kepada dirinya. Namun menurut Tarmazam, dengan kedatangan rombongan Kejari Barsel tersebut, dirinya dan anggota DPRD lainnya sangat mengapresiasi dan akan menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh Oscar.

"Saya juga sebenarnya tidak tahu perihal hibah tanah tersebut, apalagi saya kan baru sebagai anggota dewan periode 2014-2019 ini. Namun saya sangat senang dengan kehadiran pihak Kejari hari ini, dan semua yang disampaikan oleh Bapak (Oscar) tadi, akan kita tampung dan dijadikan bahan usulan kepada Pemkab, agar dimasukkan kedalam prioritas dari badan anggaran Pemkab, dan mudah-mudahan Bupati kita yang baru ini, bisa mengakomodir permohonan tersebut," pungkas Tarmazam.

Pertemuan dengan Kepala Kejari yang baru tersebut, diakhiri dengan pemberian plakat dari pihak DPRD kepada pihak Kejari, sebagai kenang-kenangan atas kunjungan yang terbilang mendadak tersebut.[tampetu]


TAG