• Latest News

    Sabtu, 07 April 2018

    Kejari Terus Usut Dugaan Penyelewengan Anggaran di Dinas Pertanian Pulpis


    foto: ilustrasi

    PULANG PISAU - Dari informasi yang beredar, adanya dugaan penyelewengan dana anggaran yang dilakukan oleh oknum Kepala Dinas dan mantan Bendahara Distanak Kabupatan Pulang Pisau, semakin ramai diperbincangkan. Bahkan kabarnya kasus dugaan tersebut sudah sampai kepihak Kejaksaan Negeri Pulang Pisau.

    Terkait benar atau tidaknya dugaan penyelewengan dana anggaran di Distanak Pulpis itu, wartawan KabarKalteng terus mencoba menggali kebenaran kabar tersebut.

    Sampai pada Sabtu (7/4/2018), media ini mencoba menghubungi pihak terkait, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Pulpis. Alhasil, KabarKalteng mendapatkan informasi yang cukup jelas dari dari pihak Kejaksaan Pulpis terkait dugaan kasus penyelewengan oleh oknum Kadis dan mantan bendahara Dinas Pertanian (Distan) Pulpis.

    Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Triyono Rahyudi melalui Kasi Intelnya, Gusti M Kahfi, saat dihubungi KabarKalteng, via telepon selulernya membenarkan kabar yang beredar terkait dugaan penyelewengan dana anggaran oleh onkum kepala Dinas Pertanian dan mantan bendaharanya itu benar adanya.

    Namun, ia mengatakan kalau pihak kejaksaan masih dalam tahap pengumpulan data (puldata) dan  informasi, serta keterangan dalam rangka untuk mencari informasi dan data terkait adanya dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan oknum Kepala dan oknum mantan Bendahara Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) kabupaten setempat.

    "Apabila nantinya terbukti ada indikasi penyelewengan anggaran, maka status para oknum pejabat lingkungan Pemkab Pulpis ini akan kita ditingkatkan menjadi penyelidikan," ungkapnya.

    Kahfi juga mengatakan, kalau pihaknya sudah membentuk dan menurunkan tim lapangan untuk mengungkap adanya dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan Kepala Dinas Distanak yang sekarang berubah menjadi Distan dengan inisial SUR dan mantan bendaharanya ALT.

    "Upaya ini sebagai langkah konstruktif mendalami adanya dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan kedua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut, dan saat ini Kejari Pulpis sedang melakukan pengumpulan data, informasi, dan keterangan," terangnya.

    Diketahui sebelumnnya, oknum Kepala Distanak Kabupaten Pulpis dengan inisial SUR dan oknum mantan bendahara ALT, diduga turut terlibat dalam penyelewengan anggaran sebesar Rp300 juta lebih dari dana hibah tahun 2017, yang anggarannya sekitar Rp1 miliar lebih dari Badan Ketahanan Pangan Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (BKP5K).

    Kuat dugaan keduanya telah menggunakan anggaran dana hibah tersebut untuk kepentingan pribadi. Pasalnya, sampai sejauh ini, sejumlah item anggaran yang menjadi hak para pegawainya sejak hampir 6 bulan pada tahun 2017, tidak ada yang sama sekali  dibayarkan.

    Adapun rincian penggunaaan anggaran yang berhasil dihimpun wartawan media ini, yakni meliputi pembayaran honor Tenaga Harian Lepas (THL) sebesar Rp102 juta untuk 13 orang, Uang Perjalanan Penyuluh Lapangan (PPL) se- Kabupaten Pulpis sebesar Rp105 juta selama 3 bulan.

    Selanjutanya anggaran operasional Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se- Kabupaten Pulpis, uang rapelan gaji Calon Pegawai Negeri Sipili (CPNS) dan rapelan uang kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sejumlah item lainnya.

    Kalau hal ini terbukti, maka Hal ini sangat jelas merupakan tindak pidana korupsi dan sebuah pelanggaran hukum. Apalagi ini menyangkut kredibilitas seorang pejabat pemerintaham pada saat itu.

    Padahal adalam setiap laporan triwulan sejak tahun anggaran 2017 disebutkan telah terealisasi 100 persen.

    Dan baru-baru ini tengah beredar juga kabar, bahwa SUR dan ALT telah mengumpulkan serta mendatangi para pegawainya untuk rapat secara bersama-sama guna menyelesaikan anggaran yang diduga telah diselewengkan tersebut.

    Bahkan SUR dan ALT berjanji akan mengembalikan uang yang diselewengkan pada akhir bulan Februari lalu, sayangnya sampai mendekati akhir bulan Maret 2018 ini sama sekali tidak ada penyelesaian.

    Terkait dugaan kasus penyelewengan ini, wartawan KabarKalteng, mencoba menghubung Kadis yang bersangkutan beberapa kali, guna berimbangnya pemberitaan. Namun, sampai berita ini dimuat, nomor kontak Kadis yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.[manan]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kejari Terus Usut Dugaan Penyelewengan Anggaran di Dinas Pertanian Pulpis Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top