Kejari Pulpis Panggil Sejumlah Saksi Terkait Dugaan Penyelewangan Dana di Dinas Pertanian

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kasus dugaan penyelewengan dana di Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, yang sebelumnnya diduga dilakukan oleh onkum Kadis dan mantan bendahara di dinas, tampak terus bergulir.

Pihak Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, masih terus menelusuri hal itu, dan itu bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, Kejari sangat telihat keseriusannya serta berkomitmen untuk terus mengungkap dan menggali kasus dugaan tersebut secara terang benderang.

Meski sebelumnnya, dalam bunyi klarifikasi Kepala Dinas terkiat (Dinas Pertanian Pulpis), SUR mengatakan bahwa dugaan penyelewengan dari dana hibah BKP5K itu tidak benar. Namun di sisi lain SUR juga mengakui kalau ada dana anggaran lainnya untuk pembayaran sejumlah pegawainya belum terbayarkan, meski dirinya tidak menjelaskan anggaran mana yang dimaksud.

Dari hasil keterangan SUR tersebut kuat dugaan memang ada anggaran lain yang terindikasi saat itu terendap, sampai hak pegawainya tidak terealisasikan.

Dari bukti lapangan, kabarnya dana yang diduga diselewengkan itu berasal dari dana APBD dan juga anggaran lainnya.

Sebagai bukti keseriusan, saat ini pihak Kejari Kabupaten Pulpis telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah penyuluh dan Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP).

Kepala Kejari Pulpis, Triono Rahyudi, SH, MH, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Senin (09/04/2018) mengatakan, pihaknya sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan untuk mendalami kasus ini.

“Kamis depan pemanggilan terhadap sejumlah penyuluh dan pegawai pada Distanak Pulpis akan kita lakukan kembali. Sejumlah orang yang dipanggil kita mintai keterangan sebagai saksi. Kita akan terus dalami bahkan memanggil orang-orang yang bersentuhan dengan persoalan ini," kata Triono Rahyudi.

Untuk saat ini, pihaknya juga masih mendalami kasus dugaan penyelewengan anggaran Distanak Pulpis dengan penggumpulan data, pengumpulan informasi, dan pengumpulan keterangan (Pubaket dan Puldata).

Bahkan, sejak hari Senin (9/4/2018) sudah mulai melakukan pemanggilan beberapa orang saksi yang dimintai keterangan karena dianggap mengetahui kasus ini.

“Tunggu saja mas, tim sedang bekerja untuk menggungkapnya,” tegas Triono Rahyudi.[manan]


TAG