Kasus Keracunan Massal, Dinkes Pulpis Tunggu Hasil Sampel

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Desa Garantung, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) waktu lalu, tepatnya usai menyantap makanan setelah menghadiri kampanye salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pulpis, sempat menjadi viral baik di kalangan masyarakat, media sosial maupun di sejumlah media massa, bahkan sampai menasional.

Dalam hal kasus ini, pihak terkait masih terus melakukan upaya pendalaman terkait penyebab ratusan warga yang mengalami gejala keracunan tersebut.

"Kita masih menunggu hasil uji sampel dari pihak BPOM terkait kasus dugaan keracunan massal kemarin. Karena ini sifatnya sudah kejadian luar biasa, jadi kita perlu kehati-hatian dalam menangani masalah ini. Tapi yang pastinya kita tunggu saja hasil uji sampel dari pihak BPOM," ucap dr Muliyanto Budihardjo, saat dikonfirmasi wartawan KabarKalteng, Senin (23/4/2018).

Ia juga mengatakan, pihaknya terus melakukan pelayanan semaksimal mungkin terhadap seluruh pasien, terkhusus pada pasien kasus dugaan keracunan ini. Mengingat kasus ini sudah merupakan kejadian luar biasa (KLB). Dari itu, pihaknya terus melakukan upaya komprehensif, sehingga dapat melihat dari berbagai sisi, terkait kasus ini.

"Kemungkinan dalam minggu-minggu ini kita sudah tahu hasil sampel dari pihak BPOM Provinsi Kalteng, agar masyarakat tidak menyangka-nyangka atau menduga-duga lagi apa penyebab dugaaan keracunan massal ini," ungkap dr Mul begitu sapaan akrabnya.

Sementara itu secara terpisah, Kasatreskrim Polres Pulpis, Edia Sutaata mengatakan, pihaknya juga masih terus malakukan penyelidikan terkait dugaan kasus keracunan makanan yang menyebabkan ratusan warga desa Garantung dilarikan ke rumah sakit belum lama tadi.

"Kita juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini mas, salah satunya kita juga menunggu hasil sampel dari pihak BPOM dan keterangan dari Dinkes Pulpis," ujar Edia Sutaata dengan singkat.[manan]


TAG