H-1 MTQ, Legislator Pulpis Kembali Pantau Pemondokan Kafilah

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Sejumlah anggota legislator DPRD Kabupaten Pulang Pisau pada, Jumat (13/4/2018) kemarin kembali melakukan sidak ke sejumlah pemondokan kafilah MTQ, di antaranya pemondokan kafilah Kabupaten Seruyan, Katingan, Lamandau dan Kabupaten Kapuas.

Sidak kembali dilakukan dalam rangka mengevaluasi kesiapan panitia. Disebutkan dari hasil pantauan pihak legislator tersebut, masih didapati sejumlah fasilitas yang belum memadai alias kurang, sehingga hal tersebut sempat dikeluhkan para kafilah, karena merasa kurang nyaman.

"Seperti yang kita khawatirkan sebelumnnya, masalah tandon (tempat penampungan air) masih sangat kurang, tersedia hanya satu buah saja, ruangan terasa gerah atau panas sementara kipas angin sangat minim jumlah sehingga hanya di dalam ruangan terasa panas," ujar Anggota DPRD Pulpis, H Johansyah mengabarkan kepada sejumlah awak media, Sabtu (14/4/2018).

Selain hal itu, tambah kader Gerindra ini, ada salah satu pemondokan yang hanya terdapat satu WC, sehingga para kafilah harus bergantian/antri.

Lanjutnya, tim juga mendapat informasi dari salah satu pimpinan kafilah bahwa para peserta belum mendapat buku panduan dan idcard dari panitia.

"Bahkan tim juga sempat menemukan ada salah satu peserta dari Kontingen Kapuas yang di dapati dalam keadaan sakit (sakit perut). Namun sudah mendapat penanganan dari pihak medis," katanya.

Nah! Dari beberapa temuan oleh tim evaluasi DPRD Pulpis, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepihak panitia MTQ.

"Intinya kami di sini selalu mendorong agar semua pihak terkait dalam pelaksanan MTQ sesuai bidangnya masing-masing agar cepat tanggap, sehingga nantinya permasalahan sekecil apapun cepat bisa di ketahui dan tertangani," ungkapnya.

Sementara itu, terkait masalah kosumsi pihak kafilah cukup merasa puas.  Di samping itu juga pihaknya menyampaikan agar kembali melakukan foging di seluruh pemondokan kafilah.

"Mengingat saat ini intensitas hujan  cukup tinggi, sehingga kelembaban udara di sekitar pemondokan cukup tinggi yang mana hal tersebut bisa menyebabkan timbulnya suatu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk," imbuhnya.

Diketahui sejumlah anggota dewan yang melakukan pemantauan di pemondokan kafilah MTQ, yakni Diharyo, H Nuril Khakim, Suhardi, H Johansyah, Jamilah , Ragil Ari ls dan Sriyani.[manan]


TAG