Dinkes: Waspada DBD, Cegah dengan 4M plus, Bukan dengan Fogging

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Intensnya curah hujan akhir-akhir ini adalah kondisi yang kondusif bagi nyamuk Aedes aegypti (penyebab penularan DBD) untuk berkembang biak.

Untuk itu, dibutuhkan prilaku kesadaran akan pentingnya tindakan pencegahan terhadap penyakit DBD. Ini sebagaimana yang dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas, Apendi SKm MM, Selasa (10/4/2018).

"DBD belum status KLB, tetapi tetap waspada, memasuki musim penghujan berpotensi berkembang nyamuk aedes aegypti," kata Apendi kepada media ini.

Dinkes, dan jajaran Puskesmas, lanjutnya, sebelumnya hingga saat ini terus mengimbau agar masyarakat sendiri proaktif melakukan upaya-upaya pencegahan, dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui giat 4M plus.

4M tersebut, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air rutin minimal satu kali seminggu, mengubur penampungan air yang tidak terpakai memantau jentik nyamuk, plus menhindari gigitan nyamuk.

"Pengasapan (fogging) hanya membunuh nyamuk besar, tetapi jentiknya yang harus diberantas agar tidak berkembang," imbuh mantan Sekretaris Dinkes itu.

Menurutnya, fogging diperlukan untuk area yang terkena DBD hingga radius 100 meter, dan pengasapan itu bukanlah tindak pencegahan.[zulkifli]


TAG