Diklaim Terpantau dan Tertangani, Masyarakat Diminta tak Resah Flu Babi

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan adanya status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus H1N1 atau  Flu Babi. Itu karena diklaim sudah terpantau dan tertangani.

Selain itu, status KLB hanya ditujukan pada kecamatan Basarang, di mana sebelumnya di wilayah itu dilaporkan adanya korban seorang perempuan berusia 58 tahun telah meninggal akibat terkena serangan H1N1.

"Hanya KLB kecamatan, sebab kasusnya hanya ada di sana," ungkap Kadinkes melalui dr Tri Setia Utami MPHM, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kapuas, Selasa ( 4/4/2018) di sela sosialisasi kampanye imunisasi measles rubella (MR) di Aula Bappeda Kapuas.

Pihaknya perlu meluruskan, agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat status KLB antara lain dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Istilah flu babi tepatnya ke H1N1 atau influenza A baru, itu memang bisa ditularkan ke manusia," imbuh dr Tri.

Sejak kasus itu ditemukan, lanjutnya, selama 14 hari belakangan tidak ditemukan lagi kasus serupa. Pihaknya juga tidak menemukan lagi laporan gejala serangan virus tersebut, yaitu batuk, panas, dan sesak.

"Tidak ada lagi, artinya ini sudah terpantau. Tidak ada penambahan kasus baru dalam dua kali masa inkubasi terpanjang, jadi ini sudah tertangani," jelasnya.

Sehingga status KLB itu pun akan segera dicabut. Untuk gejala serangan virus H1N1 hampir sama dengan flu biasa, yaitu lemas, demam batuk dan filek. Namun demikian mesti diwaspadai apabila serangan virus penyakit tersebut terjadi pada orang tua, penderita diabetes, pada anak bayi, dan pada penderita aids.

Artinya virus H1N1 berpotensi bahaya jika menyerang pada  yang memiliki daya tahan tubuhnya lemah.[zulkifli]


TAG