Ada Apa dengan Kualitas Jalan Nasional di Kalteng?

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Ada apa dengan kualitas jalan Nasional di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah? Rata-rata hanya berumur setengah tahun pasca selesai dikerjakan, keadaan jalan raya di Kalteng sudah mengalami kerusakan.

Salah satu contoh, adalah jalan raya nasional ruas Palangka Raya menuju Kabupaten Barito Selatan dan Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, yang diketahui proyek tersebut baru saja di laksanakan, dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017.

Proyek Preservasi/Kontruksi Jalan dan Pemeliharaan Rutin Jembatan, yang memakan biaya kurang lebih Rp55 miliar tersebut, kini kondisinya sudah mengalami kerusakan di beberapa titik. Terutama di wilayah ruas Kecamatan Pujon, Kabupaten Kuala Kapuas menuju Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel dan ruas Desa Kalahien menuju ruas Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Bartim

Kondisi ini sangat disayangkan oleh Ruhui Pintano, Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LP2D) di Barito Selatan.

Kepada KabarKalteng, beberapa waktu lalu, Ruhui menyampaikan keprihatinannya, terhadap kualitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Kalimantan Tengah, Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Tahun Anggaran 2017 tersebut.


Pasalnya, menurut Ruhui, sudah semestinya sebuah pekerjaan proyek sekelas jalan nasional, kualitas pekerjaannya harus terjamin, setidak - tidaknya mampu menahan beban hingga 20 ton dan minimal dapat bertahan hingga lima tahun.

"Sangat disayangkan, mengapa jalan nasional yang seharusnya memiliki standar pekerjaan terbaik, kok malah belum seumur jagung sudah mengalami kerusakan?" sesal Ruhui mempertanyakan.

Keresahan senada, juga diungkapkan oleh Deni Liwan, Sekretaris DPC  Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) Barsel, perihal rendahnya standar kualitas pekerjaan jalan raya nasional di Kalteng.

Menurut Deni, berkaitan dengan rendahnya kualitas pekerjaan jalan raya nasional tersebut, dikhawatirkan merupakan akibat adanya dugaan permainan dan kong-kalikong, antara pihak yang mempunyai kewenangan terhadap pengelolaan anggaran dengan pihak perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

"Ada apa dengan proses Pengadaan Barang dan Jasanya (PBJ), saya khawatir ini akibat dari adanya permainan antara pihak pengelola anggaran dengan pihak kontraktornya!" tukasnya.

Terkait pertanyaan-pertanyaan tersebut, KabarKalteng pun mencoba menelusuri dan mencari jawaban dari pihak Balai Pekerjaan Umum Bina Marga, Wilayah III Kalimantan Tengah, di Palangka Raya, pada Senin (26/3/2018).

Sayang, saat berkunjung ke kantor dimaksud untuk menemui Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) dari pekerjaan dimaksud, yakni Drm, yang bersangkutan masih berada di luar kota. Melalui pesan singkat, Drm berjanji akan menemui awak media di hari Selasa (27/3/2018).

"Maaf mas, saya tadi lagi di luar kota, besok jam 9.00 pagi kita ketemu di kantor," tulisnya singkat.

Kamis (29/3/2018), KabarKalteng pun menemui yang bersangkutan, kemudian melontarkan beberapa pertanyaan, yang akhirnya hanya dijawab oleh Drm, bahwa pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti menyangkut pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh awak media kala itu.


Sebab menurut dia, bahwa yang bisa menjawab hal yang berkaitan dengan masalah rendahnya kualitas pekerjaan jalan nasional ruas Palangka Raya - Buntok - Ampah tersebut, adalah Satker wilayah III DAS Barito, yakni TH.

Untuk itu, Drm kembali berjanji akan mempertemukan awak media dengan TH, selaku Satker wilayah III DAS Barito, pada Selasa (3/4/2018).

"Nanti kita bahas bersama pak TH saja, Selasa minggu depan (3/4/2018), karena beliau saat ini masih di luar kota, Senin (2/4/2018) mungkin dia sudah balik kesini (kantor). Beliau kan Satker Wilayah III, jadi dia saja yang bisa jawab masalah ini," tukas Drm menjanjikan.

Namun sayangnya, saat coba ditemui oleh awak media pada Selasa (3/4/2018), TH yang kala itu sedang berada di kantor, belum bisa ditemui sesuai dengan permintaan Drm, agar awak media menemui TH menunggu dirinya kembali ke kantor.

Semenjak pagi hingga sore hari, Drm tidak juga kunjung datang di kantor Balai PU Bina Marga Wilayah III Kalteng, dan ketika coba dihubungi via telepon, yang bersangkutan tidak mengangkat sambungan telepon dari awak media.

Bahkan kemudian setelah sedikitnya tiga kali percobaan telepon, nomor ponsel yang bersangkutan tidak lagi dalam keadaan aktif. Kemudian KabarKalteng pun mencoba mengirimkan beberapa SMS kepada yang bersangkutan, namun hingga Rabu (4/4/2018), Drm tidak juga kunjung memberikan balasan apapun.[tampetu]


TAG