Tak Kantongi STR Asli, Calon TKS PKM tak Diterima

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Sebanyak 147 orang calon Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), yang sudah lolos tes penerimaan di Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, tampaknya harus berjuang kembali untuk melengkapi persyaratan mereka, termasuk Surat Tanda Registrasi (STR) asli, agar bisa benar-benar mendapatkan pekerjaan.

Hal ini, menurut Plt Kepala Dinkes Barsel, dr Hj Yulia Setiawati, merupakan komitmen Pemkab Barsel melalui Dinkes, agar melakukan penempatan TKS PKM yang memenuhi standar kualitas, untuk mencapai target pelayanan kesehatan yang berkualitas dan prima kepada masyarakat.

Karena itulah, Yuli menegaskan, tidak akan menerima calon TKS yang diketahui belum mengantongi STR asli yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI, meskipun sudah lulus dalam pelaksanaan tes yang dilakukan di Dinkes Barsel.

"Bila sudah punya itu (STR), kan tandanya TKS bersangkutan memang benar-benar sudah memenuhi syarat bisa melayani masyarakat. Karena yang kita cari, bukan sekedar lulus saja, namun juga berkualitas dan memenuhi standar nasional untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," terangnya, saat ditemui KabarKalteng di kantornya, Kamis (22/3/2018).

Selain sebagai tanda bukti pemenuhan standar pelayanan TKS, Yuli juga menerangkan, bahwa STR asli diperlukan pihaknya, sebagai syarat utama untuk memenuhi implementasi komitmen Pemkab Barsel di bawah kepemimpinan Bupati H Eddy Raya Samsuri ST dan Wakil Bupati Satya Titiek Atyani Djoedir, agar setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) di Barsel, tertib administrasi.

"Ini (STR asli) menyangkut komitmen Pemkab, dalam hal setiap SOPD wajib tertib administrasi," jelasnya singkat.

Sebanyak 147 orang TKS dari berbagai latar belakang kompetensi di bidang kesehatan, yang sudah lulus dalam seleksi berkas dan tes tertulis serta wawancara di awal bulan Maret 2018 tersebut, rencananya akan ditempatkan di seluruh desa di enam kecamatan se-Barsel.

"Kita akan tempatkan di semua desa se-Barsel, sesuai dengan kompetensi masing-masing dan kebutuhan masing-masing desa, ada yang di Puskesmas, ada yang di Pustu dan bahkan ada juga nantinya yang bertugas di Polindes," urai Yuli.[tampetu]


TAG