Sampah Berhamburan, Ini Kata Ketua KNPI Pulpis

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Permasalahan sampah di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) memang menjadi sebuah polemik yang berarti. Di mana terlihat banyaknya fenomena penampakan tumpukan sampah di sejumlah Tempat Pemungutan Sampah (TPS) di Kabupaten yang berjuluk  Bumi Handep Hapakat itu.

Bahkan lebih ironisnya, tumpukan-tumpukan sampah di sejumlah TPS tersebut sering berhamburan. Hal itu tentunya perlu pengkajian lebih dalam lagi dari berbagai pihak, dengan harapan kedepannya masalah sampah tersebut dapat diakomodir sebaik mungkin.

Menyikapi hal itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pulang Pisau, Bahrianoor, ikut bicara. Dikatakannya bahwa apakah masalah sampah di Kabupaten Pulang Pisau ini sudah terselesaikan dengan baik? Jika melihat fenomena tumpukan dan ceceran sampah yang terurai dijalan kemarin, tentu persoalan sampah bisa dibilang belum terselesaikan dengan baik.

Pasalnya, kalau memang permasalahan sampah sudah secara baik ditangani, tentunya hal seperti kemarin tidak akan terjadi.

"Artinya, melihat dengan kasat mata seperti kejadian kemarin-kemarin terkait banyaknya sampah yang berhamburan di sejumlah TPS, maka bisa dilihat kita masih belum terlalu serius dalam penanganannya," ucap Bahrianoor, kepada KabarKalteng, Minggu (25/3/2018) via WhatsApp.

Menurut alumni pasca sarjana sosiologi di Universitas Indonesia (UI) ini, ada baiknya permasalahn sampah ini menjadi prioritas di Tahun 2018 oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Karena, kebutuhan utama pihak pemerintah harusnya membuatkan tempat penampungan sementara di banyak titik, sehingga masyarakat tidak kebingungan dalam membuang sampah. 

"Selama ini kita lihat memang ada penangan, tetapi kelihatannya masih kurang maksimal, karena kita lihat saja tempat penampungan/bak sampah di Pulpis terlihat masih sangat minim," ungkapnya.


Menurutnya pula, cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat. Dari itu, pemerintah harus bisa memberikan stimulan pada masyarakat untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah.

Selain itu juga, mesti kembali ada imbauan atau ketegasan dari pemerintah setempat agar masyarakat memiliki kesadaran besar. Karena, tambahnya kalau tidak ada hal tersebut atau hanya didiamkan, maka seterus dan seenaknya orang akan tetap membuang sampah sembarangan.

"Karena lingkungan ini milik kita bersama, maka harus kita jaga dan kita lestarikan bersama, terutama para generasi pemuda yang harus aktif mensuarakan sekaligus menggerakkan pelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan," tukasnya.[manan]


TAG