Rayakan Paskah, Peziarah di Buntok Rela Bermalam di Pekuburan

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Sejumlah warga di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melakukan ziarah pada perayaan Paskah 2018. Bahkan di antara mereka bermalam di pekuburan.

Salah satu warga Kota Buntok, Aping mengatakan, dia bersama keluarga tak hanya melakukan ziarah, tetapi juga bermalam di lokasi pemakaman yang beralamat di Jalan Teratai Gang Air Mata ini.

"Setiap tahun saat perayaan Paskah selain ziarah, kami juga menginap di sini. Kami baru kembali ke rumah pada pagi hari," ucap Aping saat diwawancara Kabar Kalteng di lokasi tersebut, Sabtu (31/3/2018) malam.

Menurut pria kelahiran Desa Kalahien  ini, bermalam di pemakaman tersebut bagi warga sekitar dan pendatang telah menjadi tradisi.

"Setahu saya aktivitas ini hanya ada di Kalimantan Tengah dan dilakukan saat Paskah. Bahkan, untuk wilayah lain seperti di Jawa, para peziarah langsung kembali ke rumah usai berziarah di makam keluarga," cetusnya.

Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui kapan dan di mana tradisi tersebut berawal dan siapa yang mencetuskan.


Di tempat yang sama, Jemmy salah satu warga yang tinggal dekat pekuburan juga mengaku tidak mengetahui asal tradisi bermalam di pemakaman itu dilaksanakan.

"Terus terang saya juga tidak tahu soal itu, karena sejak saya kecil kegiatan ini sudah berlangsung," terangnya.

Dalam pantauan Kabar Kalteng di lapangan pada Sabtu malam, pemakaman Kristen itu semakin dipadati ribuan peziarah. Kawasan yang pada hari biasa terlihat sunyi tersebut, semakin malam semakin riuh dan sesak peziarah.

Selain itu, kawasan yang biasanya gelap pun menjadi terang benderang oleh nyala lilin yang dinyalakan di setiap makam.

Sesaknya kawasan itu tak hanya terjadi di area pemakaman, tetapi akses jalan masuk hingga jalan raya yang letaknya berada tepat di depan pemakaman pun terjadi kemacetan.

Halaman pertokoan dan pinggir jalan raya di sekitar lokasi, mendadak dijadikan kawasan parkir para peziarah.

Di area kiri dan kanan jalan menuju pemakaman, sejumlah pedagang bunga, pedagang makanan dan minuman bahkan mainan juga menjajakan dagangannya.

Aparat keamanan seperti polisi terlihat sibuk melakukan pengamanan termasuk mengatur lalu lintas jalan di sekitar makam yang tersendat.[deni]



TAG