• Latest News

    Jumat, 09 Maret 2018

    Petahana Dilaporkan Tim Advokasi Idham-Jaya ke Panwaslu, Kenapa Ya?


    PULANG PISAU - Sebelumnya telah beredar kabar bahwa tim advokasi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Pulang Pisau nomor urut 1, H Idham Amur - H Ahmad Jayadikarta melaporkan indikasi pelanggaran yang diduga dilakukan calon bupati petahana. Dugaan tersebut sudah dilaporkan ke Panwaslu setempat.

    Perihal yang dilaporkan oleh Tim Advokasi Idham-Jaya itu menjurus pada dugaan yang dilakukan calon Bupati Pulang Pisau (Pulpis) Petahana, H Edy Pratowo saat masih berstatus bupati aktif, di mana ia menerbitkan surat keputusan bupati terkait penggantian pejabat.

    “Cabup nomor urut 2 yakni Edy Pratowo, terindikasi kuat telah melakukan pelanggaran atas pasal 71 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 Junto Keputusan KPU Pulpis Nomor 9/HK.03.1-kpt/6211/KPU-Kab/IX/2017 Bab VII angka 7, perihal penerbitan Surat Keputusan Bupati Pulpis, terkait penggantian pejabat,” kata Pujo Purnomo, Selasa (6/3/2018).

    Pujo menyebutkan dugaan pelanggaran itu yakni pemberhentian dan pengangkatan Kepala SDN Trisari 1 Kecamatan Kahayan Hilir dan Kepala SDN Garong 1 Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulpis, tertanggal 31 Agustus 2017 melalui melalui SK Bupati Pulpis Nomor SK.820/025/Pem/BKPP/VII/2017.

    “Secara tegas aturan menyebutkan Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 bulan sebelum tanggal penetapan paslon sampai dengan akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri terkait,” ucap Pujo.

    Sementara itu terpisah, Plt Sekda Pulpis Saripudin saat dikonfirmasi KabarKalteng, Jumat (9/3/2018) terkait dugaan itu, menegaskan bahwa dalam hal pergantian Kepsek SDN Trisari 1 Kecamatan Kahayan Hilir dan SDN Garong 1 Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulpis, sudah sesuai aturan.

    Selain itu, lanjutnya, pergantian Kapsek itu sudah sesuai aturan serta izin dari Kemendgari terkait mutasi dan promosi, tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Bahkan usulan pengantian Kapsek tersebut telah diajukan sejak Pebruari 2017 lalu.

    "Pergantian itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Lagian Kepala Sekolah hanya tugas tambahan itu jelas dalam undang-undang ASN. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada," ungkap Saripudin yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kapegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Pulpis.

    Terpisah, Ketua Panwaslu Pulpis Ubeng Itun membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan dari pihak Tim advokasi pasangan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Paslon Petahana sewaktu menjabat.

    Terkait berkas pengaduan telah diarsipkan oleh pihaknya dan akan segera dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Kalteng.

    "Ya kami sudah menerima laporan dari mereka. Saat ini mengarsipkan pengaduan-pengaduan yang ada untuk diserahkan ke Bawaslu Provinsi selaku pengambil keputusan," tutupnya.[manan]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Petahana Dilaporkan Tim Advokasi Idham-Jaya ke Panwaslu, Kenapa Ya? Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top