• Latest News

    Jumat, 09 Maret 2018

    Pasar Subuh Dikelola Swasta..!!, Siapa yang Diuntungkan?


    BUNTOK - Keberadaan pasar subuh sedianya dibutuhkan oleh masyarakat, namun apabila pasar subuh tersebut dikelola oleh pihak swasta, siapa yang diuntungkan?

    Pertanyaan ini muncul, setelah Kepala Bidang Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperkop dan UKM) Barsel, Junaidi, mengkonfirmasi bahwa kegiatan pasar tersebut dikelola oleh pihak swasta. Sedangkan menurut Junaidi, Pemerintah Kabupaten Barsel, telah menyiapkan lahan milik Pemerintah, untuk dijadikan lokasi pasar subuh.

    "Lahan untuk itu (pasar subuh), sebenarnya sudah disiapkan oleh Pemkab di tanah milik pemerintah, di wilayah pasar lama Kota Buntok," terang Junaidi, beberapa waktu lalu ketika disambangi KabarKalteng di Kantornya.

    Keberadaan pasar subuh yang dikelola oleh swasta, yang menurut informasinya dikelola oleh pihak swasta dengan nilai kontrak sebesar Rp150 juta per tahun tersebut dan dibebankan kepada para pedagang,  juga menimbulkan pertanyaan bagi Junaidi, yakni selain harga sewa lahan yang dinilai terlalu tinggi, sedangkan pemasukkan untuk daerah belum diketahui berapa kesepakatannya.

    "Dengan nilai kontrak sewa sebesar itu, berapa yang akan diperoleh Daerah nantinya? Itu juga belum jelas," tukasnya.

    Kemudian yang menjadi sorotan, adalah persoalan penyelenggaraan pasar subuh yang melebihi waktu, yakni digelar sampai jam 10.00 pagi setiap harinya, juga tidak diketahui apakah sudah memiliki izin yang sesuai dengan peruntukkan bangunannya atau tidak.

    "Masa pasar subuh kok digelar sampai jam 10.00 pagi setiap harinya, kalau begitu namanya kan pasar pagi, jadi bukan pasar subuh lagi dong?" celetuk Junaidi.

    Keberadaan pasar subuh, yang digelar hingga menjelang siang hari tersebut, dikhawatirkan Junaidi akan merusak sistem pasar yang ada di Kota Buntok.

    "Kalau digelar sampai siang hari, kan kasihan para pedagang pasar yang sudah ada, karena keadaan itu dikhawatirkan akan mengganggu keberadaan konsumen pasar lainnya," ungkap Junaidi.

    Menanggapi hal tersebut, H Jarliansyah, pemilik lahan mengakui keberadaan pasar subuh tersebut hanya bersifat sementara, hingga Pemkab bisa menyediakan lahan pasar subuh yang strategis dan sesuai dengan keinginan serta kebutuhan para pedagang.

    "Ini (pasar subuh) kan sifatnya sementara saja, sampai Pemkab dapat menyediakan lahan baru yang sesuai dengan kebutuhan para pedagang," jawabnya, saat ditanya mengenai keberadaan pasar subuh, beberapa waktu lalu di Kantor DPRD Barsel.

    Mengapa pasar subuh tersebut digelar di lahan miliknya, menurut H Jarliansyah, hal tersebut merupakan berdasarkan permintaan para pedagang pasar itu sendiri. Sebab per tanggal 15 Desember 2017 lalu, Pemkab Barsel memerintahkan para pedagang pasar subuh, segera menghentikan aktivitas mereka dengan surat keputusan Bupati Barsel.

    Dengan adanya perintah tersebut, para pedagang kemudian mencari lahan baru, yang menurut mereka strategis dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

    "Saya sebagai warga Buntok,
    hanya membantu saja, para pedagang minta tolong sediakan lahan, ya saya bantu sebagai sesama manusia yang harus saling tolong. Makanya lahan saya, kemudian dijadikan sebagai lokasi pasar subuh tersebut," tutur Jarli menjelaskan.[tampetu]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pasar Subuh Dikelola Swasta..!!, Siapa yang Diuntungkan? Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top