Gaji Telat..??, Sampah di TPS Jalan Oberlin Metar Berhamburan

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Permasalahan sampah di Pulang Pisau ( Pulpis) tampaknya masih menjadi polemik. Pasalnya, di sejumlah Tempat Penampungan Sampah (TPS) masih banyak terlihat berserakan. Salah satunya TPS yang berada di Jalan Oberlin Metar, Kota Pulpis.

Padahal sebelumnya, Pemkab setempat dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah memastikan bahwa permasalahan sampah di Pulpis akan ditata dan dikelola dengan sebaik mungkin. Tetapi faktanya di lapangan masih saja menjadi kendala.

"Sampah yang berserakan di TPS Jalan Oberlin Metar itu sudah kurang lebih 2 hari terakhir ini terlihat seperti itu mas," ujar Deni, warga Pulpis.

Disengaja atau tidak disengaja, lanjut Deni, kondisi ini benar adanya, sampah dan bak penampungannya berhamburan sehingga sampai memakan badan jalan.

Kondisi ini tentunya menjadi pemandangan tidak menarik dan menyita perhatian dari pengguna jalan yang sedang melintas.

Bahkan banyak yang bertanya, kok bisa sampah-sampah itu berhamburan di jalan? Ironisnya, dibiarkan begitu saja. Ke mmanakah kerja dan fungsi petugas kebersihan yang dilakukan oleh SOPD terkait yang menangani permasalahan sampah ini.

Padahal, pemerintah daerah telah mengangkat sudah mengangkat puluhan tenaga kebersihan untuk menanggani permasalahan sampah di Pulpis ini.

Sementara itu, Informasi yang berhasil dihimpun KabarKalteng di lapangan, kali ini kabarnya pemicu dari berserakannya sampah di TPS di Jalan Oberlin Metar itu kuat dugaan adanya keterlambatan gaji yang diterima oleh tenaga honor kebersihan. Sehingga sampah di TPA tersebut sengaja dibiarkan.

"Kalau memang permasalahan itu, datang dari keterlambat gaji tenaga honorer. Kami sangat menyayangkan. Gaji harus di berikan tepat waktu. Karena, mereka sangat bergantung dari gaji itu untuk menopang segala keperluan dan kebutuhan hidup sehari-hari," kata salah satu warga masyarakat Pulang Pisau, Ketut Winada, Jumat (23/3/2018).

Dikatakannya juga, dirinya secara pribadi melihat hal itu tentunya merasa sangat prihatin dengan kondisi penanganan sampah seperti ini. Ia sangat berharap, ke depan bisa ditangani secara profesional dan proposional.

Apalagi, tidak lama lagi Kabupaten Pulang Pisau akan menyelenggarakan even besar yaitu penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

"Persoalan seperti ini harus segera di carikan solusinya dan sehera di tanggani. Jangan sampai kondisi seperti ini menjadi kesan yang tidak, khususnya bagi baik bagi para kafilah nantinya," pungkasnya.[manan]


TAG