Entaskan Kemiskinan, Pemkab Pulpis Gelar Sosialisasi PPFM

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Selasa (27/3/2018), menggelar acara Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) di Aula Bappedalitbang Kabupaten setempat.

Acara yang berlangsung selama dua hari mulai 27 hingga 28 Maret 2018 itu dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Susilo I Tamin. Hadir pada acara tersebut, Sejumlah kepala SOPD, Camat, Kabid/Kasi dan tamu undangan lainnya.

Adapun selaku pemateri, Ketua Tim Nasional Percepatan ketua tim Nasional Percepatan Penanggulangan Fakir Miskin /PNP2K, Bambang Sudarsono.

Susilo I Tamin saat membacakan sambutan Pjs Bupati Pulang Pisau, Muhammad Hatta mengatakan, bahwa dalam rangka mewujudkan penanganan kemiskinan yang lebih terkoordinasi di Kabupaten Pulang Pisau ini, diharapkan adanya upaya melanjutkan dan meningkatkan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan yang sudah ada untuk dapat selektif mungkin untuk menekan angka kemiskinan.

Kemudian, mengintegrasikan berbagai program/kegiatan penanggulangan kemiskinan harus ditujukan langsung ke seluruh keluarga miskin, sehingga dengan itu pengentasan kemiskinan berbasis keluarga atau rumah tangga dapat terlaksana dengan baik dan cepat.

Selanjutnya, kata Susilo begitu panggilan akrabnya mengatakan, pihak terkait nantinya harus benar-benar menggunakan satu data kemiskinan basis data terpadu (BDT) yang dikeluarkan oleh TNP2K, sehingga diharapkan program-program penanggulangan kemiskinan dapat mengenai target yang tepat dan meminimalisir terjadinya salah sasaran bagi penerima manfaat program-program  dimaksud.

Selain itu juga, percepatan penanggulangan kemiskinan khusus di Pulang Pisau agar terus diupayakan melalui berbagai program yang dapat dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinir dari berbagai dinas/instansi/badan yang terkait dengan penanggulangan kemiskinan.

Dari itu, tambahnya, dengan adanya program penanganan fakir miskin (PPFM) yang dikelola TNP2K dan Kementerian Sosial, maka diharapkan dengan menggunakan data terpadu tersebut, jumlah sasaran penerima manfaat program dapat dianalisis sejak awal perencanaan program dan membantu mengurangi kesalahan dalam penempatan sarana program penanggulangan kemiskinan.

"Memang tidak mudah mengatasi masalah kemiskinan ini, namun dengan kerjasama yang baik dan kerjasama keras dari seluruh pihak terkait itu, untuk memicu pertumbuhan ekonomi, maka saya rasa hal itu dapat terwujud. Pulpis pada periode dua tahun terakhir ini dari angka 5,49 persen turun 5,29 persen dari data BPS Kabupaten setempat," ucap Susilo mengakhiri sambutannya.[manan]


TAG