Cabut Laporan, Kasus Perusakan Kantor Nasdem Pulpis Berakhir Damai

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kasus dugaan perusakan Kantor DPD Partai Nasdem Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang dilakukan oleh sejumlah anak di bawah umur beberapa waktu lalu, akhirnya damai.

Damainya kasus tersebut setelah pihak pengurus Partai Nasdem Pulpis mencabut laporan pengaduan atas pelaku perusakan diketahui masih anak di bawah umur dan masih berstatus pelajar. 

Kapolres Pulang Pisau (Pulpis), AKBP Dedy Sumarsono, Jumat (30/3/2018) dalam jumpa pers mengatakan, perkara kasus dugaan perusakan Kantor Nasdem Pulpis ini sudah selesai dan diselesaikan dengan cara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.

"Pihak pelapor telah mencabut laporannya, dan menganggap kasus ini telah selesai, karena pelaku semuanya anak di bawah umur dan masih sekolah," ucap Kapolres Dedy, Jumat (30/3/2018) kepada awak media yang hadir pada kesempatan itu.

Dikatakan Dedy, pernyataan damai sudah dinyatakan oleh kedua pihak. Dari itu, diharapkan dengan adanya kejadian ini ke depannya bisa menjadi pelajaran bagi semua, agar jangan sampai terulang kembali.

"Karena kedua belah pihak sudah berdamai maka, perkara ini akan kita cabut, dalam arti kasus hukumnya tidak berlanjut. Karena ini murni kenakalan anak saja, dan semoga tidak ada kejadian di tempat lainnya," ujarnya.

Meski demikian, Dedy meminta kepada orangtua pelaku atau pihak keluarga agar lebih aktif lagi melakukan pengawasan terhadap anak yang dimaksud agar ke depannya kejadian semacam ini tidak terulang kembali.

"Lakukan pembinaan dan kontrol anak, ke mana, dan dengan siapa ia bergaul. Dan pada intinya kasus ini tidak ada muatan politik," ujarnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Sekretaris Partai Nasdem Pulpis, Wahyono atau Yono menegaskan dengan ini pihaknya telah mencabut berkas laporan pengaduan, karena mengingat dan menimbang serta memperhatikan, di mana para pelaku masih anak di bawah umur dan berstatus pelajar.

Meski demikian, pihak Partai Nasdem Pulpis sebenarnya merasa dirugikan atas kejadian ini, karena banyak berkas-berkas berharga rusak. Namun, karena pelaku semuanya anak di bawah umur maka akan dicabut laporan.

"Tapi kami juga mengharapkan kepada orangtua dan keluarga bersangkutan agar lebih proaktif lagi dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya, dan kami pun mengharapkan kejadian ini cukup terjadi di sini saja, jangan sampai terjadi di daerah lainnya," tuturnya.

"Semuanya masih pelajar (SD-SMP). Dari itu, kita sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan mufakat," imbuh Yono pada kesempatan yang sama.

Usai itu, orangtua dan pihak keluarga terlapor meminta maaf dengan sebesar-besarnya kepada pihak Partai Nasdem atas kejadian ini. Dan berjanji akan mengawasi dan membimbing anak mereka ke jalan yang lebih baik lagi.

Sementara itu, pihak pelapor dengan ikhlas memaafkan pihak terlapor atas dasar rasa kemanusiaan karena pihak terlapor semuanya masih di bawah umur.

Sehingga di akhir kesepakatan dari kesepakatan antara kedua belah pihak dilakukan pembubuhan tandatangan kesepakatan damai dalam perkara kasus tersebut. Pihak pelapor tidak akan  menuntut lagi.

"Dengan ikhlas kami menerima keputusan yang memang kami buat atas dasar rasa kemanusiaan, dan kami nyatakan kasus ini tidak ada unsur politiknya. Hanya saja kebetulan Pulpis tengah dihadapkan dengan tahapan Pilkada, maka banyak asumsi di luar tentang kasus ini ada unsur politiknya. Padahal setelah hasil interograsi pihak Polres Pulpis, ini semua murni kenakalan anak," ucap Yono dengan sedikit iba melihat pelaku masih di bawah umur dan berstatus sekolah.[manan]


TAG