Ada Penyelewengan Dana BOS 2016..?, Ini Jawaban Kepsek SMPN 2 Palangka Raya

Print Friendly and PDF


PALANGKA RAYA - Menanggapi adanya dugaan penyelewengan dalam penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 2 Kota Palangka Raya, Kepala Sekolah SMP bersangkutan tampak memberikan jawaban berbelit - belit.

Ditemui KabarKalteng di kantornya, Rabu (28/3/2018), Kepsek SMP Negeri 2 Kota Palangka Raya, Muhamad Usman, memberikan jawaban yang terkesan berbelit - belit, ketika ditanyakan perihal adanya dugaan penyelewengan dana BOS Tahun anggaran 2016.

Awal mulanya, Usman membenarkan, bahwa ada satu item dalam mata anggaran dana BOS SMPN 2 Palangka Raya, yang tidak dikerjakan, yakni Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Pengadaan Meja dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat, dengan nilai pagu sebesar Rp100.482.000.

"Iya benar, kami tidak pernah mengadakan meja dan kursi kerja pejabat," akuinya.

Namun anehnya, Usman meralat pengakuannya sendiri, setelah melihat bukti rekap pendapatan dan belanja dana BOS SMP N 2 Palangka Raya tahun 2016. Menurut dia, yang benar adalah dana sebesar Rp100 juta lebih tersebut, bukan pengadaan barang berupa meja dan kursi pejabat, namun merupakan biaya perjalanan dan rapat pejabat sekolah.

"Ini, bukan pengadaan meja dan kursi, tapi biaya perjalanan dan rapat pejabat sekolah," ucapnya sembari menunjukkan item dimaksud.

Kemudian, Usman menambahkan, bahwa tidak mungkin dana BOS yang diketahui diterima oleh pihak SMP N 2 Palangka Raya di bulan Desember 2016 tersebut bermasalah, pasalnya dana BOS ditahun berikutnya, yakni tahun anggaran 2017 SMP N 2 Palangka Raya, tetap menerima dan dicairkan oleh pihak Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

"Tenang, semuanya aman saja kok, karena kalau memang dana BOS yang kami kelola di tahun 2016 bermasalah, kenapa di tahun 2017 sekolah kami (SMP N 2) tetap menerima? Lagipula perihal penggunaan dan pengelolaan dana BOS dimaksud, kan sudah diperiksa oleh BPK dan Inspektorat!" tukasnya.

Sebelumnya, informasi mengenai adanya dugaan penyelewengan dana BOS di SMP N 2 Palangka Raya tersebut, diterima oleh KabarKalteng, dari Ruhui Pintano, Koordinator Tim Investigasi dan monitoring Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LP2D) Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data yang diserahkan oleh LP2D Kalteng tersebut, diketahui dari total dana BOS tahun 2016 sebesar Rp1.003.000.000 yang diterima oleh SMP N 2 Palangka Raya, ada satu item yang tidak dilaksanakan oleh pihak sekolah, yakni Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Meja dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat, dengan nilai sebesar Rp100.482.000.[tampetu]


TAG