Warga Jenamas Impikan Ambulance Terapung

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Jauhnya jarak akses jalan darat, membuat  UPT Puskesmas Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, sangat membutuhkan Ambulance terapung, untuk membawa pasien ke Rumah Sakit yang dituju.

Sebagaimana diketahui Kecamatan Jenamas ini, berada di perbatasan antara kabupaten Barsel, Kalimantan Tengah dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu, akses darat dari wilayah ini, menuju keperkotaan sangatlah jauh dan hanya  menggunakan jalur sungailah, yang menjadi satu - satunya akses terdekat menuju kota.

Adanya ambulance terapung, jenis Speed Boat di puskesmas jenamas sangat penting. Mengingat, sarana transportasi tersebut lumayan cepat membawa pasien yang mau dirujuk. Baik itu RSUD Jraga Sasameh Buntok atau ke rumah sakit terdekat yaitu RSUD Pembalah Batung Amuntai, Kecamatan Hulu Sungai Utara, Kalsel.

Seperti diutarakan Misran, ketua RT 20 Kelurahan Rantau Kujang, kepada KabarKalteng, Sabtu (24/2/2018). Ia menuturkan, dengan adanya Ambulance, di Puskesmas Jenamas, nantinya keluarga pasien tidak lagi kepayahan mencari angkutan kesana kemari.

"Kalau ada Ambulance terapung, akan mempermudah pengangkutan warga yang sakit dan harus segera dirujuk kerumah sakit. Selama ini, karena akses darat jauh, banyak warga yang kesulitan ketika harus dirujuk kerumah sakit, sebab harus menyewa atau mencari tumpangan dari warga lainnya," terang Misran berharap.

Menurut Misran,  usulan pengadaan ambulance terapung ini, sudah beberapa kali diusulkan disaat Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Murenbangdes), namun hingga saat ini belum juga direalisasikan.

"Dari tahun 2016 sampai sekarang, selalu kami usulkan di setiap pelaksanaan Musrenbangdes, namun tidak pernah dikabulkan, padahal sangat dibutuhkan oleh masyarakat," keluh Misran.

Senada dengan Misran, Daya yang merupakan salah satu warga setempat. Ia berpendapat, bahwa dengan adanya speed yang dijadikan ambulance di puskesmas. Akan sangat membantu pasien dan keluarga yang kurang mampu, dalam hal penyewaan sarana angkutan.

"Kalau alat tersebut milik puskesmas, pasien dan keluarga cukup dengan biaya murah sudah bisa berangkat, dibandingkan carter speed milik warga, harganya sangat mahal," tuturnya.

Dilanjutkan Daya, ia dan warga Kecamatan Jenamas lainnya, sangat berharap agar keluhan mereka tersebut dapat segera ditanggapi oleh Pemkab Barsel dan semua stakeholder yang bertanggung jawab terhadap masalah tersebut.

"Semoga saja keluhan dan harapan kami ini didengar oleh Pemkab Barsel dan segera bisa dikabulkan demi mempermudah dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat kurang mampu," harapnya.

Speed boat yang ada milik Puskesmas Jenamas saat ini, hanya speed inventaris untuk petugas medis saja, tidak layak apabila digunakan untuk mengangkut pasien rujukan, karena berbobot kecil.[kenedy]


TAG