Warga Dusun Anjir Sampit Berharap Pembangunan Bisa Merata

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Warga Dusun Anjir Sampit RT XI yang berada di Wilayah Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), sangat mengharapkan pembangunan di daerahnya merata dan mendapat perhatian khusus baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Pasalnya, dusun yang sudah ada sejak tahun 70-an itu, kondisi wilayahnya cukup memprihatinkan.

Seperti yang diungkapkan salah satu tokoh warga setempat, Badrun (60), bahwa katanya, akses jalan menuju perkampungannya itu saat ini dalam kondisi rusak parah dengan kondisi jalan berlobang dan becek.

"Dalam 1 dekade ini akses jalan menuju kampung kami rusak parak. Memang ada sudah yang ditingkatkan, cuma hanya di muara perkampungan kami saja. Selebihnya masih dalam kondisi rusak dan badan jalannya pun semakin menyempit akibat ditumbuhi semak belukar," ungkap Badrun saat dibincangi wartawan KabarKalteng, Minggu (18/2/2018) di kediamannya.

Dikatakannya pula, selain akses jalan yang rusak parah, dari segi pendidikan pun cukup memprihatikan. Bagaimana tidak, anak didik yang masih duduk dibangku SD pun harus berjuang keras untuk menuju sekolah demi cita-cita luhurnya dalam mengecap pendidikan.

"Kasihannya anak sekolah saat melintasi jalan yang dimaksud untuk bersekolah dengan kondisi jalan rusak, becek dan licin, apalagi saat musim hujan seperti ini tentunya membuat mereka kesulitan. Bahkan sering terlambat masuk sekolah dan juga seragam sekolah kotor akibat percikan dari lumpur yang ada di kubangan ruas jalan yang berlobang. Dari itu paling tidak sudah selayaknya ada bangunan sekolah di dusun kami ini, paling tidak adanya bangunan taman kanak-kanak (TK)," tutur Badrun menerangkan.


Selanjutnya, selain masalah pendidikan, masalah kesehatan juga sangat diharapkan oleh warga Dusun Anjir Sampit, mengingat katanya, selama ini warga yang ingin berobat terkendala masalah akses jalan yang rusak. Dari itu paling tidak ada semacam pustu di kampung terpencil seperti ini.

"Dulu pernah ada ibu warga yang sedang hamil, saat mau dibawa ke Rumah Sakit dalam perjalanan meninggal dunia, akibat sulitnya akses jalan menuju keperkotaan. Yaa...intinya akses jalan dulu yang harus diperhatikan. Memang kita sudah sering mengusulkan melalui desa, namun nampaknya sampai aaat ini masih belum terealisasi," tandasnya.

Sementara itu dikatakan pula oleh tokoh warga lainnya, Hulan Taher (74), bahwa Dusun Anjir Sampit/Dusun Anjir Milono itu sudah ada perkampungannya semenjak tahun 70-an dan dulunya hanya ada beberapa buah rumah dan jalannya pun menggunakan masih memanfaatkan aliran sungai.

"Dulunya akses jalan masih memanfaatkan aliran sungai. Ada saja jalan darat, namun sebatas jalan tikus yang memang sengaja kami buat oleh beberapa orang waktu itu," ucapnya

Dusun Anjir Sampit yang sebenarnya bernama Dusun Anjir Milono itu ialah suatu perkampungan kecil yang tidak jauh dari ibukota kabupaten. Di mana di dalam kampung tersebut dihuni sekitar 54 kepala keluarga, dengan mata pencaharian bertani. Kenapa jadi dinamakan Anjir Sampit, karena dulunya ada proyek jalan yang menghubungkan antara Pulpis dengan kota Sampit, namun entah ada kendala apa sehingga proyek itu terhenti kegiatannya tanpa ada sebab yang jelas.

"Jadi, kami sangat berharap kepada pemerintah setempat agar dapat memajukan dusun kami ini," ucap Hulan Taher yang saat itu didampingi RT setempat, Risnawati.

Sementara dari pantauan KabarKalteng di lokasi, memang benar adanya bahwa kondisi jalan menuju Dusun Anjir Sampit/Anjir Milono dalan keadaan rusak parah. Bahkan saking rusaknya jalan tersebut warga yang sering melintas jalan sering terjatuh.[manan]


TAG