Tak Terima Hasil Pleno Penetapan, Simpatisan 2M Protes KPU

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS - Ratusan massa simpatisan pendukung salah satu bakal calon Bupati - Wakil Bupati Kapuas mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas untuk elakukan aksi damai di depan kantor KPU Kapuas, pada Selasa (13/2/2018) siang.

Mereka menyampaikan aspirasi ketidakpuasan pasca pleno penetapan KPU Kapuas, di mana dalam rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) Bupati - wakil Bupati Kapuas, Senin (12/2/2018) kemarin, hanya menetapkan satu pasangan calon tanpa menetapkan pasangan calon Mawardi - Muhajirin  (2M) sebagai kontestan Pilkada Kapuas 2018.

"Tujuan kita datang berkumpul di tempat ini, karena kita semata-mata memperjuangkan demokrasi yang (telah) dikoyak-koyakan," ungkap Risben Asmin, salah satu juru bicara massa 2M dalam orasinya.

Risben mengungkapkan rasa kekecewaan atas keputusan KPU Kapuas yang tidak menetapan pasangan Mawardi - Muhajirin sebagai pasangan calon dalam Pilkada Kapuas 2018.

Demo berlangsung damai dan tertib, dikawal oleh ratusan aparat Kepolisian dan TNI. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa yang mengatasnamakan aliansi masyarakat Kabupaten Kapuas,  menyampaikan beberapa aspirasinya.

Massa simpatisan 2M menuntut netralitas KPU Kabupaten Kapuas, dan meminta kepada KPU Kapuas mengembalikan hak-hak konstitusi pasangan Mawardi - Muhajirin dengan mengevaluasi kembali hasil keputusan rapat pleno penetapan pasangan calon.

"Agar KPU Kabupaten Kapuas mengembalikan hak-hak konstitusi pasangan 2M, memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada masyarakat atas keputusan KPU " tegas Jubir Aliansi Masyarakat Kabupaten Kapuas dalam orasinya.

Sebagaimana diketahui rapat pleno KPU Kabupaten Kapuas pada Senin, (12/2/2018) tidak menetapkan pasangan Mawardi - Muhajirin sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas dalam pilkada Kapuas 2018.

Dalam rapat pleno tersebut pihak KPU tidak menyebutkan alasan tidak ditetapkannya pasangan 2M, namun mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum, melakukan gugatan jika tidak menerima hasil putusan dalam rapat pleno tersebut.

Pantauan KabarKalteng, dengan berjalan kaki di kawal pihak aparat keamanan massa bergerak menuju kantor Panwaslih di Jalan Seroja, untuk kembali menyampaikan aspirasi mereka, setelah menyampaikan aspirasi.[zulkifli]


TAG