Sengketa?, Ini yang Harus Dilakukan untuk Hindari Konflik..!

Print Friendly and PDF


SAMPIT - Menyikapi maraknya permasalahan sengketa lahan antara warga dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit belakangan ini, yang tidak jarang berujung dengan berakhir di pengadilan. Maka oleh itu, pihak Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, selalu mengimbau agar setiap perselisihan, dapat diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat.

Camat Cempaga Hulu, Ubaidillah SH MSM, ditemui KabarKalteng di ruang kerjanya, Rabu (28/8/2018), menerangkan seringnya terjadi konflik antara warga dan pihak perusahaan, dikarena kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan aparat pemerintahan setempat. Sehingga kadangkala, pihak pemerintahan tidak mengetahui adanya persengketaan.

Ia mengatakan apabila terjadi permasalahan, hendaknya pihak - pihak yang merasa dirugikan segera melapor kepada Pemerintahan Desa setempat terlebih dahulu, untuk ditindak lanjuti. Namun apabila pihak desa tidak mampu menyelesaikannya, maka akan dilanjutkan ke tingkat Kecamatan, untuk dilakukan mediasi mencari jalan keluarnya.

"Namun, pihak Kecamatan juga tentunya akan melihat bukti - bukti legalitas dari pihak yang bersengketa, sebagai bahan untuk menentukan sikap selanjutnya," terang Ubai.

Selanjutnya menurut Ubai, ada berbagai macam persengketaan, yang biasa terjadi di tengah masyarakat, bisa antara warga dengan warga, antara warga dengan perusahaan, dan ada juga antara warga dengan koperasi.

"Dan tentunya, apabila permasalahan sengketa tersebut tidak bisa tuntas di tingkat Kecamatan, barulah akan ditawarkan untuk diselesaikan melalui jalur hukum," jelasnya.

Kemudian, apabila permasalahan itu dalam skala besar, maka pihak kecamatan akan meminta bantuan kepada pihak Pemerintah Kabupaten, untuk menyelesaikannya.

Di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu sendiri, saat ini ada delapan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit, tersebar di sebelas Desa, yang tentunya kondisi tersebut, cukup rawan untuk terjadinya konflik tutupnya.[tomi]


TAG