Seminar Nasional, Komitmen Bersama Pencegahan Karhutla

Print Friendly and PDF


Foto: Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saling bertukar plakat.

PALANGKA RAYA - Demi terwujudnya kerjasama dalam penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan bencana asap, Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio turut menghadiri Seminar Nasional bertema Penanggulangan Masalah Kebakaran Hutan, Lahan dan Bencana Asap di Kalimantan Dalam Mendukung Pembangunan Kalimantan Berkelanjutan melalui Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur. Acara ini digelar di Swissbel Hotel Palangka Raya, Kamis (22/2/2018).

Wakil Walikota, Mofit Saptono mengaku sangat mendukung seminar tersebut, dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Terlebih dibahas pula dalam mengkaji dan merumuskan alternatif teknis penanggulangan kebakaran hutan, sehingga terwujud pengendalian kebakaran sekaligus mencegah kerusakan lingkungan. Termasuk menggenjot peran seluruh pihak terkait persoalan tersebut.

Mofit menyebutkan diharapkan dengan seminar itu, bisa menghasilkan kajian, studi, inovasi dan kreasi yang tepat guna, bermanfaat, ramah lingkungan, berkelanjutan, menunjang kearifan lokal. Dan tentunya melestarikan identitas bangsa dalam mengendalikan kebakaran Karhutla yang berdampak pada inovasi dalam bidang pembangunan infrastruktur.

“Dengan seminar ini bisa dimanfaatkan para pemangku kepentingan dalam memberikan pemahaman pengendalian Karhutla berbasis optimalisasi pembangunan menuju Kalteng Berkah sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Mofit.

Mofit menegaskan pemerintah Kota Palangka Raya selalu komitmen dalam langkah antisipasi dan tindak lanjut Karhutla. Bahkan bersama instansi terkait, baik kepolisian, BPBD maupun TNI selalu berkoordinasi untuk bersama-sama bertanggungjawab dan mengatasi persoalan tersebut.

”Komitmen terkait Karhutla, apalagi hal itu perintah langsung dari presiden. Kita sangat apresiasi dan dukung agar nantinya bisa menghasilkan rumusan dan kajian kontribusi, integrasi dan optimalisasi sebagai salah satu langkah pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan,lahan dan bencana asap di Kalimantan, utamanya Kalteng, khususnya Palangka Raya,” katanya.

Mofit menilai dengan kegiatan tersebut, Pemkot berharap penanganan preventif terhadap karhutla di Kalimantan bisa dilakukan, sehingga seluruhnya bisa berperan aktif secara bersama dalam penanggulangan Karhutla, yang berdampak pada integrasi pembangunan infrastruktur di Bumi Tambun Bungai.

“Intinya Pemkot sangat mendukung tentang hal ini, apalagi ini untuk masyarakat dan pembangunan daerah, sehingga diharapkan semuanya bisa berperan aktif. Kita semua harus bergerak untuk mewujudkanya,” pungkas orang nomor dua ini.

Dalam seminar itu turut hadir, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Gubernur Kaltim, Awang Farouk Ishaq, praktisi lingkungan dan para akademisi UPR seperti Salampak Dohong,Jaya Bakri, Yulian Firmana, serta berbagai perserta dari Kota Palangka Raya maupun luar Kalimantan Tengah.[edwan]


TAG