Rakersus Mendadak Pindah Lokasi Bikin Geram Pengurus Partai Ini

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Pelaksanaan Rapat Kerja Khusus (Rakersus) dan Training of Trainer (TOT) Komisi Saksi Nasdes (KSND dan KNSC) Partai Nasdem se Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) diwarnai kekecewaan oleh pihak pengurus partai.

Sebelumnya rencana kegiatan tersebut akan berlangsung di Aula UPTD Pendidikan Kabupaten setempat, namun tiba-tiba mendadak dibatalkan oleh pihak pengelola Aula dalam hal ini ASN UPTD Pulpis.

Pembatalan acara Rakersus yang dianggap sepihak itu diduga adanya intervensi dari pihak lain. Hal tersebut diungkapkan Ketua KSN Partai Nasdem Pulpis, Suwardi, Sabtu (17/2/2018) di Aula Losmen Anni, Jalan HM Sanusi Keluran Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir, Pulpis.

"Sebelumnya kami sudah deal dengan pihak pengelola aula untuk menyelenggarakan Rakersus di aula yang dimaksud. Namun, setelah hari H nya tiba-tiba dilarang dan biaya sewa dikembalikan mereka. Kan aneh!," ungkap Suwardi dengan mimik kecewa

Dikatakan Suwardi, dari kejadian ini tentunya membuat pihak  pengurus partai  Nasdem Pulpis merasa kecewa berat atas pembatalan sewa aula untuk kegiatan rakersus.

"Alasan mereka membatalkan sewa aula itu, karena takut kalau diduga mendukung salah satu parpol. Padahal kan kami bukan berkampanye, hanya menggelar kegiatan murni Parpol. Dan kami pun sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, salah satunya Panwaslu Pulpis. Jadi, alasan mereka membatalkan sewa aula itu kami anggap tidak mendasar sama sekali, itu kan aula memang disewakan. Dan tentunya tidak sangat profesional," gerutunya.

Sementara itu kekecewan itu juga diungkapkan, ketua dewan Pakar DPD Partai Nasdem, Dwi Erlina. Pihaknya tentu sangat kecewa dengan ketidak profesionalan pihak UPTD yang sepihak membatalkan acara rakersus Partai Nasdem. Padahal, kesepakatan sudah ada.

"Tiga hari lalu kami sudah menyampaikan untuk memakai aula tersebut untuk kegiatan Rakersus partai kami. Tiba-tiba saja malam tadi dibatalkan, sehingga kami semua selaku pengurus partai sangat merasa kecewa. Kami duga hal ini ada intervensi dari puhak lain yang memang sengaja untuk membatalkan acara kami," ungkapnya dengan singkat.

Sementara itu secara terpisah, Ketua Panwaslu Pulpis, Ubeng Itun, melalui Divisi Penindakan Pelanggaran, Hepro Nopriyanto, ditanya sedikit tantang aturan yang dimaksud dirinya mengatakan, memang yang sifatnya bangunan milik negara itu tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam hal politik, itu sudah sesuai dengan aturab dan ketentuan yang ada.

Namun perlu digaris bawahi, untuk kegiatan Parpol yang dilarang itu ialah kegiatan Parpol yang sifatnya berkampanye atau deklarasi. Kalau untuk kegiatan intern parpol itu tidak ada aturan yang melarangnya. Dengan catatan, fasilitas negara yang dimaksud seperti aula kantor, kalau sebelumnnya memang diperuntukan untuk disewakan itu sah-sah saja.

"Jadi, intinya yang tidak boleh digunakan Parpol dalam hal memanfaatkan pasilitas negara (Aula) yaitu untuk kegiatan berkampanye. Kalau untuk acara intern Parpol, entah itu Rakenis, Rakersus dan hal lainnya itu bisa saja," ungkap Hepro saat ditemui wartawan KabarKalteng, Sabtu (17/2/2018) di ruang kerjanya. [manan]


TAG